Dewan Nilai Perizinan Di Bojonegoro Buruk

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 24, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menilai pelayanan Badan Perizinan Kabupaten Bojonegoro masih sangat buruk jika dibandingkan Kabupaten Lombok Barat dan Kota Banjarmasin. Selasa (24/05/2016).

"Pelayanan kepengurusan perizinan masih sangat lambat," kata wakil ketua komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito.

Menurutnya, dalam menangani kepengurusan perizinan di Kabupaten Bojonegoro masih membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan parahnya ada yang sampai bertahun-tahun sehingga berimbas menghambat investasi dan menghambat masyarakat yang akan mendapat pekerjaan dari para pemilik usaha yang akan masuk di Bojonegoro.

"Sehingga visi dan misi Bupati Suyoto yang ingin membangun wong Jonegoro yang sehat, cerdas dan bahagia bertentangan dengan kenyataanya," tambahnya.

Lebih lanjut, Anam mencontohkan perizinan GoFun juga membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan, perizinan pasar Ngampel butuh bertahun-tahun namun tidak kunjung selesai parahnya lagi rekomendasi izin galian c yang di urus masyarakat Bojonegoro juga berbulan-bulan tidak turun sehingga proyek besar di Bojonegoro seperti waduk gongseng, Jambaran Tiung Biru justru mengambil galian dari luar Kabupaten.

"Ujung-ujungnya menghambat masyarakat untuk sejahtera," tegasnya.

Pihaknya selaku legislatif mendorong agar pelayanan perizinan ditingkatkan kwalitasnya agar pelayanan bisa selesai dalam satu hari seperti di Kota Banjarmasin yang melakukan pelayanan one day service untuk SKTU, TDP baru, SIUP baru, HO, resitrasi izin toko obat, legalisir IMB, izin prinsip penanaman modal dan pelayanan online untuk IMB dan HO (izin gangguan). (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .