Di Bojonegoro Ada Perempuan Cantik Penjual Jamu

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 24, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com ' Valen Febrianita ibu satu anak yang beralamat di Jalan Mastrip Gang Madzen no 22, Bojonegoro, Jawa Timur setiap harinya harus rela kebanjiran pesanan baik dari dalam Kabupaten maupun luar Kabupaten sampai akhirnya dirinya harus dibantu satu orang dirumahnya dalam proses menerima pesanan. Perempuan berumur 28 tahun berparas rapi, berkulit bersih dan memiliki hidung yang mancung tersebut adalah salah satu penjual jamu yang berada di kota Ledre Bojonegoro.

Setiap harinya, perempuan yang terkenal dengan sapaan Ning Valen ini bisa memproduksi jamu 30 sampai 50 botol jamu dengan 9 varian mulai dari jamu godhog, susut perut, daun beluntas, kunir asem, beras kencur, kalimo husodo, kunci suruh, temu lawak, gepyokan hingga sinom untuk dikirim kepada konsumen yang sudah memesan sebelumnya.

"Untuk harga mulai dari botol kecil Rp 6 ribu sampai jamu ramuan kusus botol jamu besar Rp 36 ribu," katanya.

Valen mengatakan, dirinya yang menjadi pendatang di Bojonegoro sejak tahun 2016 tersebut langsung menekuni usaha pembuatan jamu tradisonal karena proses pembuatan jamu sendiri tidak menjadi kendala karena memang dirinya sebelumnya pernah belajar dalam peracikan jamu namun yang menjadi kesulitannya adalah dalam segi pemasaran.

"Sampai akhirnya saya memilih media sosial seperti Facebook, Blacberry Masaanger (BBM) dan sosial media lain untuk memasarkan sampai akhirnya saat ini banyak dikenal orang," imbuhnya.

Pemilik akun facebook Valen Febrianita ini juga menjelaskan jika saat ini selain pelanggan tetap di beberapa kantor pemerintahan di lingkup Pemkab Bojonegoro, kantor BUMD, BUMN dan swasta, dirinya juga bisa memasarkan jamunya sampai ke Kabupaten/Kota lain seperti Surabaya dan Jakarta.

"Untuk luar Kabupaten saya mengirim jamu lewat kantor pos atau sesekali mereka (pelanggan) yang datang ke Bojonegoro. Jamu sendiri bisa bertahan 4 sampai 5 hari," tuturnya.

Salah satu pelanggan jamu Ning Valen, Rosidayanti (21) mengaku jika dirinya menyukai jamu tradisional milik Mbak Valen karena rasa nya yang lebih berasa ramuannya dengan tekstur yang lebih kental atau orang jawa mengatakan "buket" dibandingkan jamu lainnya.

"Enak harga bersahabat rasa  jamunya lebih terasa dan bisa delivery order (DO). Saya biasanya pesan kunir asam ," kata mahasiswi semester akhir di akademi kebidanan Pemkab Bojonegoro ini. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .