Didik Dan Wihadi Prihatin Soal Warga Miskin Yang Tersandung Hukum

Suara Bojonegoro     Kamis, Mei 12, 2016    

Reporter :  Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Anggota DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) Didik Mukrianto, dan Wihadi Wiyanto yang berangkat dari dapil (Daerah Pemilihan) IX Bojonegoro - Tuban, sangat prihatin dengan banyaknya warga Miskin yang terjerat kasus hukum.

Hal ini disampaikan Didik Mukrianto, dan Wihadi Wiyanto kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro yang didampingi oleh Para Jaksa, Kepala Seksi, saat berkunjung ke Kantor Kejari dijalan Kartini, dalam agenda Reses DPR/MPR RI.

"Dari banyaknya kasus yang disampaikan oleh Kejaksaan, seperti pencurian kayu Jati di hutan, yang tidak sedikit para tersangkanya dibawah garis kemiskinan," Kata Wihadi, Kamis (12/5/16).

Wihadi dalam hal ini dirinya mengungkapkan sangat miris sekali, dan berharap pada pihak pihak pelaku hukum bisa mengambil kebijaksanaan yang baik bagi pelaku pelanggar hukum yang benar benar karena terpaksa atau memang sudah menjadi pekerjaannya.

"Jika ada warga miskin mencuri kayu dan untuk kebutuhan makan, atau untuk membenahi rumahnya yang sudah rusak dan jelek apalagi mau ambruk seharusnya mendapatkan pertimbangan dan kebijaksanaan," Tambah Pria dari Fraksi Gerindra tersebut.

Sementara Didik Mukrianto, juga sangat memprihatinkan banyaknya Napi (Nara Pidana) yang tersandung kasus Perjudian, "Banyak napi di lembaga Pemasyarakatan yang kena masalah perjudian," Kata Didik Mukrianto.

Hal ini menurut Didik Mukrianto, bahwa hal ini menunjukkan masih banyaknya warga yang kurang memahami soal hukum, dan pelanggaran hukum, sehingga dengan tidak memahami hukum tersebut, masyarakat sangat mudah untuk melakukan hukum.

"Tidak hanya soal pelanggaran hukum saja, masyarakat harus juga tahu konskwensinya, sehingga masyarakat akan takut untuk melakukan pelanggaran hukum," Terang Pria dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Seperti yang disampaikan oleh Kasipidum (Kepala Seksi Pidama Umum) Adi Fakhrudin, bahwa pada dalam satu bulan kasus pencurian kayu yang dilimpah ke Kejari sebanyak 10 hingga 11 kasus, begitu juga dengan kasus perjudian yang sangat mendominasi.

"Kami terus melakukan pembinaan dan juga sosialisasi melalui penyuluhan hukum dimasyarakat sehingga akan membuat masyarakat semakin sadar untuk tidak melakukan pelanggaran hukum," Terang Adi Fakhrudin dihadapan Didik Mukrianto dan Wihadi. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .