Hati-Hati Meminjamkan Sertifikat Tanah Untuk Jaminan Bank

Suara Bojonegoro     Minggu, Mei 08, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Disampaikan ketua LPK (Lembaga Perlindungan Konsumen) Rajekwesi Bojonegoro, bahwa maayarakat harus berhati hati teruatama masyarakat awam terkait ada seseorang baik siapapun yang meminjam sertifakat tanah untuk dijadikan jaminan ke pihak Bank.

Menurutnya banyak orang yang meminjamkan sertifikat tanah, akan tetapi ujung ujungnya tertipu dan justru malah dirugikan. "Ketika ada orang pinjam sertifikat yang akan di buat jaminan seseorang dalam pengajuan kredit di Bank manapun harus hati" Kata Mbah Naryo, Panggilan akrab Sunaryo Abumain,  dalam rilisnya, Minggu (8/5/16).

Dikatakan pula bahwa sekarang ini banyak terjadi sertifikat dipinjamkan kepada orang lain, ternyata banyak rekayasa dengan pihak oknum pegawai Bank dengan para pihak peminjam sertifikat dan yang pemilik Sertifikat dan beberapa para pihak disuruh tanda tangan tidak mengetahui maksud dan tujuannya.

"Kami pernah menanyakan kepada beberapa orang yang jadi korban, bahwa pihak Bank tersebut tidak pernah menjelaskan AJB (akta jual beli. Red)," Terangnya.

Namun ternyata perintah tanda tangan AJB  dengan peminjam sertifikat, sehingga sertifikat yang dijaminkan jadi berubah nama Hak milik  yang di APHT (Akte Pemberian Hak Tanggungan), secara otomatis nama Sesuai SHM (Sertifikat Hak Milik) inilah yg di lakukan banyak oknum pegawai Bank sekarang.

Ada yang dinyatakan Mbah Naryo lebih parah, ada beberapa Bank besar yang namanya sudah dikantongoli Mbah Naryo, bahwa ada 3 sertifikat yang dipinjam dengan nama berbeda yaitu atas nama Busro, Tumiyatun dan Isrifan masing'masing adalah warga desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, namun tiba tiba berubah menjadi satu nama yaitu H. Isrifan.

Dikatakan juga bahwa tanah tersebut sudah dilelang oleh pihak Bank, dan ternyata kantor Bank yang melelang sudah pindah kantor. "Tidak ada pemberitahuan kepads nasabah sampai nasabah kemana harus mencari untuk membayar, dan nasabah baru tahu ketika obyek yang dijaminkan sudah dilelang oleh KPKNL," Terang Mbah Naryo. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .