JOB P-PEJ Kampanyekan Keselamatan Penggunaan Kompor Ke Warga

Suara Bojonegoro     Senin, Mei 30, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Warga sekitar pengeboran minyak dan gas (migas) lapangan Sukowati, Blok Tuban yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) mendapat materi kampanye keselamatan tentang penggunaan kompor gas elpiji dan penggunaan hemat energi listrik.

Kampanye keselamatan itu dilakukan pihak operator dengan peserta warga sekitar, khususnya ibu-ibu yang ada di Desa Campurejo, Ngampel dan Sambiroto. Ketiga desa itu merupakan wilayah yang paling dekat dengan lokasi pengeboran di PAD A dan PAD B Lapangan Sukowati.

Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno, saat membuka acara kampanye keselamatan di Balai Desa Campurejo mengungkapkan, kampanye keselamatan dan hemat energi ini diharapkan bermanfaat bagi warga dan bisa mengembangkan materi yang diperoleh untuk meminimalisir terjadinya kasus yang tidak diinginkan.

"Kompor gas ini menjadi kebutuhan setiap saat. Diharapkan peserta yang hadir bisa mengembangkan informasi kepada warga lain tentang keselamatan penggunaan kompor gas elpiji yang aman," ujarnya, Senin (30/5/2016).

Sementara Supervisor H2S, JOB P-PEJ, Hendra Awaliputra, mengungkapkan program kampanye keselamatan ini merupakan program tahunan yang dimiliki HSE. Safety campaign (kampanye keselamatan) ini pertama kali dilakukan kepada warga sekitar pengeboran. "Sebelumnya hanya dilakukan di internal saja," ungkapnya.

Materi pertama tentang hemat energi disampaikan Inspektor JOB PPEJ, Fuad Fanani. Dalam pemaparannya, dia mengungkapkan, seiring kebutuhan rumah tangga yang semakin meningkat membuat kebutuhan energi rumah tangga juga mengalami kenaikan. Agar tidak melakukan pemborosan energi maka peserta diharapkan melakukan Konservasi energi.

"Konservasi energi bertujun untuk menghemat energi tanpa harus mematikan semua energi yang ada, tapi memakai sesuai kebutuhan. Dan memilih media (lampu) yang hemat energi. Lampu LED ini bisa menghemat tagihan listrik 75-80 persen," terangnya.

Warga, khususnya ibu-ibu ini juga diberi pelatihan langsung tentang penanganan jika tiba-tiba terjadi kebakaran pada tabung gas elpiji. Sebelum melakukan praktek langsung, ibu-ibu tersebut diberikan materi tentang keselamatan menggunakan kompor gas elpiji oleh Fire Man, JOB PPEJ Kastono.

Dalam materinya, dia mengungkapkan, langkah pertama yang dilakukan untuk mengecek kebocoran gas ini adalah dengan menyemprotkan air sabun dibagian sambungan antara tabung gas dengan kompor. "Jika muncul gelembung-gelembung pada sambungan itu, berati terjadi kebocoran," jelasnya.

Kastono menjelaskan, yang sering memicu kebakaran salah satunya saat memasak lupa mematikan. Sehingga minyak yang panas akan terbakar. Untuk mematikan minyak yang terbakar itu tidak boleh dilakukan dengan menyiram air secara langsung. Tapi menggunakan kain basah. "Kain itu langsung ditutupkan di atas wajan penggorengan yang terbakar," ungkapnya.

Sebanyak kurang lebih 30 orang dari warga di tiga desa sekitar lapangan Sukowati Blok Tuban itu, tampak antusias saat mengikuti praktek pemadaman api di alat penggorengan. Mereka juga tampak takut saat petugas melakukan simulasi pembakaran di alat penggorengan. Namun juga penasaran mencoba mematikan api.

Salah seorang peserta penasaran ingin mencoba, yakni Heni Setyorini, Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Sebelumnya memang dia sudah pernah mendapat sosialisasi pemadaman kebakaran di kantornya. Namun, dia mengaku baru pertama kali ini melakukan langsung pemadaman api.

"Baru pertama ini (memadamkan api). Penasaran ingin mencoba," terangnya.

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .