Kejahatan Seks Pada Anak Yang Kian Memprihatinkan

Suara Bojonegoro     Sabtu, Mei 14, 2016    

Oleh : Satrio Adjie Pamungkas

suarabojonegoro.com - Banyaknya kejahatan atau kekerasan seksual terhadap anak dibawah umuh bahkan balita, membuat berbagai kalangan memprihatinkan hal tersebut, meskipun berbagai pencerahan maupun pembinaan baik terhadap anak maupun orang tua, namun hal tersebut belum bisa menghilangkan kasus kekerasan seks terhadap anak.

Seperti yang terjadi di Baureno, seorang pelajar usia 17 tahun hamil setelah disetubuhi oleh pria yang mengaku masih bujang, dan setelah orang tuanya mencari pelaku dan diketahui ternyata sudah punya istri.

"Hal ini sungguh harus mendapatkan perhatian yang betul betul bagaimana cara mengurangi dan menghindarkan anak dari tindakan para pelaku kejahatan seksual," Terang Akmal Boedianto, salah satu Pemerhati sosial, Sabtu (14/5/16).

Dirinya selalu menyampaikan dalam setiap pertemuan dengan masyarakat, untuk menjaga anak anak dari lingkungan, kejadian ini dipastikan ada penyebabnya, banyak hal yang memperngaruhi, sehingga orang tua harus bertanggung jawab soal anak dan pergaulan serta kegiatan sehari harinya.

"Saya selalu sampaikan secanggih apapun pengaruh teknologi untuk kecerdasan anak, pasti akan berdampak, sehingga harus benar benar diimbagi Keimanan dan ketaqwaan yang kuat," Terang Mantan Camat Balen ini.

Selayaknya perhatian, saran dan juga komunikasi antara orang tua tentang prilaku dan kehidupan harus selalu menjadi bahan pembicaraan, karena apapun jika orang tua peduli dan masuk dalam kehidupan anak, pasti anak akan lebih peduli untuk memahami.

Berbeda dengan kejadian di Kalitidu beberapa waktu lalu, Orang tua kandung memperkosa anak sendiri, hal ini justru menyedihkan, sehingga selain orang tua, anak yang sudah berusia Dan bersekolah SMA harus bisa berfikir lebih cerdas, bagaimana menjaga diri dan kehormatan untuk masa depan.

"Anak anak ini kan harapan bangsa masa depan untuk lingkungan keluarga dan dirinya sendiri, kita semua masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk selalu memberikan pengertian dan juga perhatian pada anak dari semua kejahatan seksual," Terang Akmal Boedianto.

Harus ada cara bagaimana untuk bisa menanggulangi ini, entah ini sudah Darurat kejahatan seksual anak atau belum, namun Akmal Boedianto sangat miris melihat kondisi demikian.

Dia berharap harus ada banyak lembaga pemerhati terhadap anak anak, atau lembaga anti kejahatan seksual terhadap anak, sehingga akan dapat mengurangi tindakan kejahatan seksual terhadap anak sehingga berdampak rusaknya masa depan anak.

Sementara dari data yang ada, kejahatan seksual terhadap anak, di Bojonegoro dalam waktu dekat ini lebih sering, sebelumnya terjadi di Desa Mlaten Kalitidu, seorang ayah memperkosa Anak kandungnya, serta di Kecamatan Gayam seorang Pemuda yang mencabuli bocah 4 tahun, disusul dengan Pelajar hamil dan mengubur bayinya di bawah Gentong dalam rumah di Desa Sudu, serta, yang baru terjadi Pelajar MA hamil oleh pria beristri di Baureno. (Adjie/Ang)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .