Ludruk, Kesenian Jawa Timur Di Perbatasan

Suara Bojonegoro     Minggu, Mei 01, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Lama tidak mendengar bahkan melihat kesenian hiburan tradisional Jawa Timur Ludruk, dan setelah sekian lama hiburan rakyat yang hampir tenggelam ini, akhirnya pulih di Perbatasan, Tepatnya Perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah Yaitu Bojonegoro.

Warga Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Bojonegoro ini, sengaja menggelar kesenian tradisional Ludruk, ditengah hiruk pikuknya perkembangan Zaman, seperi Medsos, Sosmed, hiburan masa Kini dan lain sebagainya, namun mereka tetap yakin dan optimis dengan menampilkan hiburan ludruk masih mampu memikat hati masyarakat Bojonegoro.

Mulai dari Kepala Desa, sekaligus pemimpin Seni Ludruk ini, hingga perangkat dan rakyatnya menjadi pemain ludruk projo Budoyo, dan tampil di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Bojonegoro, dengan Menampilkan Lakon Sarip Tambak Yoso.

"Lakon ini adalah bentuk perjuangan seorang pemuda yang melawan penjajah belanda, dengan maksud sebagai tauladan masyarakat sekarang terutama pemuda," Kata Eko Suprayitno Kades Sambogrejo dan juga pimpinan kelompok Ludruk, Minggu (1/5/16).

Pertunjukan Ludruk ini memikat hati banyak penonton sehingga tidak sedikit yang datang untuk menyaksikan hiburan yang sudah lama tak pernah ada pementasan di Bojonegoro ini.

Secara Terpisah, Akmal Boedianto, seorang Pejabat Pemerintah Provinsi yang juga pemerhati seni tradisional, mengatakan bahwa kesenian tradisional memang harus kembali dihidupkan, karena nenek moyang menciptakan kesenian Tradisional dengan maksud dan tujuan untuk membuat persatuan dan kesatuan masyarakat.

"Seni Tradisional memang harus menjadi perhatian publik, dan semua harus menjaga kelestariannya karena bagian dari warisan luhur nenek moyang kita," Kata Akmal Boedianto.

Pria yang juga pernah menjabat Plt. Bupati Gresik ini juga menyampaikan bahwa untuk pelestarian kesenian ludruk selain menjadi hiburan rakyat, harus ada juga pelatihan pelatihan untuk sarana belajar anak anak muda yang peduli dengan kesenian tradisional.

Kesenian tradisional, seperti Ludruk, Ketoprak, Tayub, kalongking, jedoran dulu pernah berkembang di Bojonegoro, dan harusnya memang dikembangkan lagi menjadi kesenian tradisional yang sebenarnya memiliki banyak arti dan filosofi, "Selain itu kesenian tradisional selalu membawa kerukunan terhadap masyarakat, dan bisa mewujudkan kebersamaan dan saling gotong royong," Pungkas Akmal Boedianto. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .