Menelisik Usaha Jasa Hasrat Saat Malam Di Rel Bengkong

Suara Bojonegoro     Senin, Mei 02, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Prostitusi tak dapat dipisahkan dari kehidupan, berbagai upaya dilakukan untuk menghilangkannya, namun sampai detiki ini, ternyata tak semudah keinginan dari berbagai pihak manapun, baik yang berada dimanapun, mulai kehidupan kelas atas, menengan dan bahkan kasta paling rendah.

Di Bojonegoro usaha wanita wanita PSK (Pekerja Seks Komersial) dibeberap tempat masih banyak yang menawarkan usaha hasrat dan nafsu birahi, atau kata lain hasrat seks menjadi terlampiaskan meski tidak terpuaskan, karena banyak yang biang pasca berhubungan dengan PSK pasti banyak yang menyesal akibat uangnya yang terampas oleh PSK yang baru saja ditidurinya, salah satunya usaha usaha lendir wanita wanita PSK ini berada di Jalur Rel Bengkong atau Pondok Pinang, Bojonegoro Kota.

Dari Penelusuran suarabojonegoro.com, Hampir setiap malam, meskipun hujan tetap saja ada sekelompok wanita yang usianya sudah beranjak setengah abad berdered dititik lokasi jalan Rel Bengkong, Tepatnya Perbatasan Kelurahan Ngrowo dan Desa Sukorejo ini, mereka menunggu para tamu yang datang untuk melampiaskan hasrat mereka.

Setidaknya ada 7 wanita yang sudah berusia sekitar 40 hingga 50 tahun, dan juga beberapa Waria, yang setiap hari menjajakan hasrat kepada setiap lelaki hidung belang yang datang dan sengaja mencari mereka.

Mereka sengaja memperlihatkan diri setelah jam 12 malam atau 00.00 WIB keatas, alasan mereka kalau sore terlalu banyak orang yang lewat, sehingga akan tampak menyolok, "Jam 12 malam baru datang tadi saya, karena kalu sudah malam sepi jadi tamu atau pengunjung tidak malu," Kata Salah Satu PSK bernama Sun (46) wanita asal Kecamatan Kenduruan Tuban, senin (2/5/16).

Untuk melayani tamu yang datang untuk menyalurkan hasrat, mereka melayani di lokasi setempat, yang berada dibalik semak belukar disisi jalan Pondok Pinang ini, cukup beralaskan plastik yang mereka bawa sebagai sarana mereka melayani tamu dan mereka merasa aman aman saja dan tamu mereka juga merasa nyaman.

"Ya uangnya kecil, mau dimana lagi, soalnya tamu yang datang juga dari ekonomi rendah," Tambah Sun.

Hanya Rp. 20 ribu yang mereka dapat per orang, segitulah rata rata, alasan ekonomi dan kebutuhan menjadi dasar mereka, dengan usia yang sudah tuda mereka masih nekat menjajakan diri, meski terkadang haru dengan segala kecemasan dan ketakutan akan datangnya razia dari pihak petugas.

Selain Sun, ada permpuan yang usianya diatas 50 tahun, perempuan yang di Panggil De Pah ini setiap hari juga berada di lokasi ini dan juga menunggu tamu, untuk mendapatkan uang guna kebutuhan dirinya sehari hari, "Saya kan tidak punya suami, dan saya butuh makan, masak salah kalau saya begini," Katanya dengan nada sinis saat ditanya suarabojonegoro.com.

Dari sekian wanita yang bekerja sebagai PSK ini, dan juga waria, rata rata mereka datang dari luar Kota, seperti 2 waria ini yang tidak mau menyebutkan namanya, dia mengaku beralamat di Cepu, Blora, jawa Tengah, dan beberapa Wanita lainnya berasal dari kecamatan Parengan dan Kenduruan, Tuban.

Harapan mereka dalam setiap malamnya yang diselimuti rasa cemas, takut, dingin, ini tidak ada yang menganggu mereka, baik dari orang orang yang sedang mabuk, dengan caramenakut nakuti mereka agar bisa tidur secara gratis, dan juga agar tidak ada petugas yang datang mencari mereka. (Ang*)

Foto: Ilustrasi

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .