Menghadapi MEA, Guru Di Bojonegoro Dapatkan Pelatihan

Suara Bojonegoro     Jumat, Mei 13, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Puluhan guru bahasa Inggris di Bojonegoro Jawa Timur belajar bahasa Inggris lagi. Mereka diajari lagi bagaimana mempelajari dan mengajarkan bahasa Inggris secara efektif dan mudah. Apa yang selama ini dipelajari, bagi mereka, belum mampu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris anak didiknya. Apalagi dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), lulusan sekolah harus mampu bersaing dengan warga asing yang bahasa Inggrisnya sudah jauh lebih baik.

"Dulu saat di sekolah, saya merasa bahasa Inggris itu terlalu dipaksakan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Hanafi dalam sambutannya, Jumat (13/5/2016). Dia mengungkapkan rasa kagumnya kepada para guru yang masih mau belajar. Dalam Lokakarya Guru Bahasa Inggris yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ini, peserta merupakan guru ahli yang dipersiapkan untuk mengajarkan ilmu yang diperolehnya kepada guru lain.

Hanafi mengaku kemampuan bahasa Inggrisnya belum sehebat guru-guru tersebut. Bahkan kata dia, salah satu peserta masih aktif mengajari dia bahasa Inggris.

"Saya sama Pak Bupati (Bojonegoro) termasuk yang baru belajaran. Kami dulu sama-sama kuliah bahasa Arab," ungkap dia.

Hanafi bercerita, saat awal kepemimpinan Bupati Bojonegoro, dia diajak untuk sama-sama belajar. Bupati memintanya mencarikan guru bahasa Inggris. "Waktu itu Bupati banyak terima tamu bule, jadi harus bisa (bahasa Inggris)," kisahnya.

Hanafi mengakui betapa pentingnya penguasaan bahasa. Oleh karena itu, dia menyatakan terima kasih kepada EMCL yang telah mendukung pengembangan pendidikan bahasa Inggris di wilayahnya itu. "Dinas Pendidikan mendukung penuh program ini," pungkas dia.

Sementara itu, salah satu peserta lokakarya, Ita mengaku senang bisa ikut kegiatan tersebut. Menurut guru SMA Negeri Model Terpadu Kabupaten Bojonegoro itu, metode yang diajarkan para tutor dalam lokakarya ini sangat menarik. Dia merasakan belajar yang menyenangkan tapi mengena.

 "Saya rasa cara belajar seperti ini disukai anak-anak. Dan kalau mereka sudah suka, akan mudah bagi mereka (untuk bisa)," ujar wanita muda yang kini menjadi Guru Ahli di Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro itu. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .