Pengawasan Pertamina Pada Sumur Tua Diduga Masih Lemah

Suara Bojonegoro     Selasa, Mei 03, 2016    



Reporter: Sasmito Anggoro




suarabojonegoro.com - MeskipunPertaminaEPAsset 4 Field Cepu telah mengganti Koperasi Unit Desa (KUD) dengan paguyuban penambang dalam pengelolaan sumur minyak tua Wonocolo namun nyatanya sampai saat ini masih banyak sekali sumur-sumur ilegal dan penjualan hasil sulingan ke luar daerah. Selasa, (3/05/2016)

"Saat ini ada sekitar 336 rengkek yang ada di tambang minyak tradisional sumur tua," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto.

Menurutnya, jumlah tersebut ada 233 rengkek dari luar Bojonegoro sedangkan hanya 103 yang dari Kecamatan Kedewan bahkan selain rengkek ada sebanyak 20 mobil pick up yang membawa minyak sulingan setiap harinya.

Terpisah, wakil ketua komisi A DPRD Bojonegoro Anam Warsito menjelaskan bahwa persoalan masih maraknya ilegal drilling atau ilegal mining adalah bukan persoalan siapa pengelolanya namun adalah fungsi pengawasan Pertamina Asset 4 Field Cepu yang masih sangat lemah.

"Siapa yang bertanggung jawab sudah tertuai dalam Permen ESDM no 1 tahun 2008 dan itu adalah Pertamina," tambahnya.

Anam juga mengasumsikan bahwa belum tentu juga meningkatnya titik sumur ilegal dan banyaknya perengkek menjual hasil sulingan ke luar daerah bukan karena siapa pengelolanya namun karena pertamina memberi harga beli minyak yang sangat rendah sehingga penambag memilih menjual ke luar daerah. (Neu/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .