Pengelolaan Sumur Tua Dibawah Paguyuban, Ilegal Drilling Makin Marak

Suara Bojonegoro     Senin, Mei 02, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro mengklaim bahwa pengelolaan sumur minyak tua Wonocolo yang ada di Kabupaten Bojonegoro dibawah kendali paguyuban penambang menjadi bertambahnya ilegal drilling dibandingkan dibawah kendali Koperasi Unit Desa (KUD). Senin 02/05/2016

"Ilegal drilling semakin bertambah sejak pengelolaan sumur minyak tua dibawah paguyuban penambang," kata Kepala Dinas ESDM Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto.

Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliknya tahun 2016 ini sudah ada sebanyak 544 titik sumur ilegal sedangkan untuk sumur yang legal ada sekitar 176 titik.

"Jumlah sumur yang beroprasi jumlahnya sudah jauh lebih banyak dari kontrak dengan Pertamina," katanya.

Agus menjelaskan,  bahwa sesuai kontrak awal Paguyuban Wonomulyo mengelola sebanyak 111 titik sumur sedangkan paguyuban Wonocolo mengelola 60 titik sumur namun kenyataan dilapangan paguyuban Wonomulyo telah mengoprasikan 495 titik sumur dan paguyuban Wonocolo mengoprasikan 225 titik sumur.

Lebih lanjut, sedangkan sebelumnya saat pengelolaan sumur minyak tua dibawah tiga KUD, untuk KUD Usaha Jaya Bersama (UJB) sesuai kontrak ada 111 titik sumur yangdikelola dan kondisi lapangan ada 210 titik sumur yang dikelola, untuk KUD Sumber Pangan (SP) sesuai kontrak mengelola 60 titik sumur namun kondisi lapangan ada 305 titik sumur yang dikelola sedangkan untuk KUD Karya Sejahtera (KS) sesuai kontrak mengelola 31 titik sumur dan kondisi lapangan mengelola 48 titik sumur.

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .