Seorang Ibu Tawarkan Ginjalnya Rp.100 Juta, Untuk Biaya Berobat Anaknya

Suara Bojonegoro     Rabu, Mei 25, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Seorang ibu nekat menawarkan satu ginjalnya untuk dijual senilai Rp.100 juta untuk kesembuhan buah hatinya yang sedang mengalami sakit kebocoran ginjal, seorang Ibu bernama Erni Hidayawati (40) Warga Kecamatan Kauman Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.

Alasan Erni Hidayawati terpaksa menawarkan Ginjalnya karena tak kuasa melihat penyakit yang diderita oleh anaknya, dan dirinya serta keluarga tidak mempunyai biaya untuk berobat ataupun operasi medis anaknya bernama Azizah yang masih berusiab2 tahun.

"Saya nekat demi kesembuhan anak saya, karena memang kami benar benar tidak memepunyai uang," Kata ibu empat anak ini, Rabu (25/5/16).

Erni sendiri beserta buah hatinya yang tengah digendong itu berencana menemui kepala dinas. Karena sebelumnya ia mengajukan permohonan bantuan. Dirinya kuga berharap ada kepedulian dari pihak Pemkab Bojonegoro, agar dapat membantu keaembuhan anak sulungnya.

"Pak Bupati semoga bisa menolong kami, karena kami benar benar kesulitan untuk pengobatan anak saya," kata perempuan yang juga belum mempunyai rumah dan menumpang.

Melalui media sosial Erni menawarkan organ tubuh intinya tersebut untuk di jual ke masyarakat, dan juga ditawarkan kepada lembaga-lembaga tetapi kerap mengalami penolakan.

Azizah (2) Putri sulung dari pasangan Erni dan Ridwan Sujatmiko ini telah divonis mengalami kebocoran ginjal sejak dia dilahirkan. Dan oreang tuanya berharap Agar putrinya tetap dapat hidup normal, seperti layaknya anak yang sehat. "Biaya operasi Ginjal bocor tidak sedikit, Yaitu senilai 150 juta, suami saya juga hanya seorang kuli," Keluhnya sambil Meneteskan air mata.

Sebelum berencana menjual ginjal ke media sosial. Erni terlebih dahulu membuat profosal pengajuan bantuan ke sejumlah dinas dan perusahaan di Bojonegoro. Namun usahanya hanya sia-sia.

Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Suharto mengatakan bahwa untuk pengobatan Azizah, sudah ditanggung Jamkesda, dan orang tuanya agar mengikuti petunjuk bahwa untuk pengobatan anaknya harus dilakukan oleh Dokter ahli.

"Sudah ditanggung Jamkesda dan rujukanya sudah sampai ke RSUD dr. Soetomo Surabaya," Pungkas Suharto. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .