Tanam Padi Sistem Singgang, Kurangi Beban Hutang Modal Tanam

Suara Bojonegoro     Kamis, Mei 05, 2016    

Oleh : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Petani di Kecamatan Sokosewu menerapakan sistem tanam salibo (sistem singgang), sekitar 75 hektar lahan yang dikelola oleh Qomaruddin warga Desa/Kecamatan Sokosewu, Bojonegoro. Qomarudin, menggunakan sistem tanam yang sekali tanam beberapa dalam beberapa kali panen ini.

Qomar sapaan akrab Qomarudin mengatakan, bahwa sesudah panen pemupukan akan membantu pertumbuhan singgang lebih serempak, sehingga akan menghasilkan pertumbuhan Singgang yang baik.

"Ini adalah Teknologi pilihan yang bisa menjadi harapan petani, tentu dengan kerjasama antar petani, maka akan akan bisa lebih disempurnakan dan dapat membantu memecahkan persoalan," Terang Dia, Kamis (5/5/16).

Jadi menurut dia dengan sistem singgang ini, petani tidak harus mencari modal kembali saat tanam, bahkan harus memperbaharui hutang.

Sistem yang diketahui dapat menekan pengeluaran modal tanam ini, sekiranya efektif dan efisien membantu para petani menambah pendapatan.

Saat disinggung mengenai kebijakan ini, apakah Dinas pertanian kabupaten Bojonegoro ada himbauan untuk menerapkan sistem ini? Kepala UPTD Pertanian Kecamatan sokosewu ini mengatakan “Tentu kembali kepada masing-masing personal pimpinan” Tandasnya.

Qomaruddin yang juga aktif bersosialisasi tentang pertanian diberbagai radio lokal Bojonegoro ini  mengaku, selama ini selain diskusi dengan petani di sawah juga aktif di forum diskusi lewat radio FM “alhamdulillah, semua saya jalani, selain belajar bareng di sawah, juga sering diskusi pertanian di radio” ungkapnya. (Zud/JW/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .