5 Pengedar Narkoba Di Tuban Dibekuk Polisi

Suara Bojonegoro     Jumat, Juni 17, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - (Tuban) - Satresnarkoba Polres Tuban berhasil mengungkap perkara tindak pidana penyalagunaan Narkoba Jenis Sabu dan Pil daftar “G” jenis Carnophen dua hari yang lalu.  Kamis (16/6/2016).

Disampaikan langsung oleh Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad dan di dampingi Waka Polres Tuban dan Kasat Resnarkoba PolresTuban bahwa Ada 4 kasus dengan 5 tersangka yang berhasil diungkap jajaran Polres Tuban.

Diantara 4 tersangka kasus narkotika jenis sabu, masing-masing berinisial ‘S’ (32), warga Kampung Cibuk RT. 03/RW. 09 Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan inisial ‘A’, (42), warga Kampung Cibentang RT. 03/RW. 02 Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Keduanya berprofesi sebagai sopir truk dan ditangkap di tepi jalan raya Tuban – Semarang, Km 33, Dusun Mamer, Desa Margosuko, Kecamatan Bancar, Tuban, saat mereka memarkirkan truknya di warung kopi," Jelas Kapolres Tuban.

Selain itu, Anggota Sat Reskoba Polres Tuban juga mengamankan 2 orang tersangka berinisial ‘IS’ (34), warga Dusun Nggirsapi, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang berprofesi sebagai tukang parkir, bersama temannya berinisial ‘Y’ (33), warga Dusun Krapyak RT. 02/RW. 03, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang berprofesi sebagai sopir.

"Keduanya ditangkap di SPBU Desa Sugihwaras dengan kasus yang sama," Tambahnya.

Selain itu, seorang perempuan Pembantu Rumah Tangga (PRT) berusia 57 tahun berinisial ‘P’, warga Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban yang didapati memiliki 220 butir pil Carnophen jenis daftar G yang ditangkap di rumahnya.

"Dari tangan para tersangka tersebut, polisi  berhasil mengamankan barang bukti  berupa 7 poket narkotika jenis sabu seberat 3,58 gram, 1 buah HP, 1 buah skrop plastik sedotan, 1 bendel plastik klip dan 220 butir pil carnophen," Tutur AKBP Fadly.

Kapolres berjanji akan terus megembangkan kasus ini terkait kemungkinan adanya jaringan lainnya, sedangkan untuk yang tersangka perempuan, dia mengaku kalau obat jenis daftar G yang dimiliki berasal dari anaknya. Anaknya tersangka sendiri saat ini masih dalam daftar pencarian orang.

Akibat perbuatanya, para tersangka Narkotika dijerat dengan pasal 114 (1), pasal 112 (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan paling lama 12 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp. 800 juta, dan paling banyak Rp. 8 milyar, sedangan untuk pengedar obat Daftar G melanggar pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun. (Ang*/tribatranewstuban)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .