Direktur Akes Rajekwesi Merasa Sebagai Korban

Suara Bojonegoro     Rabu, Juni 15, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Konflik yang terjadi diinternal Yayasan 'Oerip Hartono' dengan Yayasan YPKB dinilai sudah berlangsung lama. Hal itu berimbas pada beberapa tuntutan mahasiswa yang disampaikan ke Pemkab Bojonegoro dan DPRD Kabupaten Bojonegoro, Selasa (14/6/16) kemaren

Dalam tuntutannya, rartusan mahasiswa yang memakai jas almamater berwarna hijau ini, meminta kepada salah seorang pendiri Yayasan Oerip Hartono mundur dan mengembalikan aset Yayayasan Oerip Hartono ke Yayasan (YPKB), juga meminta segera mengembalikan yayasan pada akte pendirian tahun 1993, dan tuntutan yang terakhir adalah menolak pemberhentian Direktur Akes Rajekwesi Fidrotin Azizah
yang dipecat tanpa kejelasan.

Fidrotin Azizah, Direktur Akes Rajekwesi yang dipecat menjelaskan, Ia merasa menjadi  korban yang diperjuangkan oleh senat akademika dalam pengembalian aset yayasan yang diatasnamakan secara pribadi.

"Aksi kemaren, sebenarnya perjuangan senat akademika, tapi tidak mungkin semua diberhentikan langsung, maka satu persatu," Jelasnya kepada suarabojonegoro.com. Rabu, (15/6/16).

Masih kata Fidrotin, Ia beranggapan, beberapa bulan kemarin sudah mempunyai anggapan kalau ada perasaan akan dikeluarkan. "Setelah pak ghusni sebagai ketua yayasan diberhentikan lalu saya punya felling habis ini saya," Ungkapnya

Selanjutnya, Fidrotin mengaku merasa tersentuh atas aksi yang dilakukan Mahasiswa terkait penyampaian aspirasi di Gedung Pemkab Bojonegoro dan Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro.

"Kasihan anak-anak mahasiswa, dosen dan TU semua boikot, sehingga tidak ada pelayanan," Ujarnya.

Ia berharap, masih kata mantan Direktur Akes Rajekwesi,  stelah adanya aksi dari mahasiswa dan dosen tersebut, Ia berharap masalah yayasan segera selesi sehingga proses pembelajaran tidak terganggu.

"Umur lembaga sudah 22 tahun bentuknya masih akademi harus bisa meningkat bentuk perguruan tingginya mulai dari stikes bahkan universitas, ini karena yayasan terlalu sering berkonflik, padahal lembaga akhir-akhir ini prestasi nya luar biasa termasuk bisa mengantarkan akreditasi B," katanya

"Semoga kebenaran akan ditunjukkan di bumi akes rajekwesi."Pungkas wanita berkacamata ini. (Wan/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .