History "KAOSEM" Sebuah Hal Tabu Dan Tak Layak Di Perbincangkan Menjadi Sebuah Kenyataan

Suara Bojonegoro     Rabu, Juni 22, 2016    

Oleh : Fuad Al Wafa

Suatu hari ketika sekelompok pemuda yang sedang bercengkrama disebuah bengkel racing dikawasan desa Sumberagung yang dipimpin kepala bengkel bernama Sumber, tepatnya pada hari minggu tgl 25 April 2016 sebuah perbincangan tabu oleh remaja bernama Fuad, Dayat dan Tyo yang biasa disapa "Siwok", ditemani alunan knalpot yang berisik karena ketika itu sang mekanik Sumber sedang mengotak atik sebuah sepedah motor CB miliknya.

Awal itu sosok seorang remaja yang akrab disapa Dayat mengungkapkan sebuah pokok pikiran yang selama terbendung dalam ruang imajinasi, namun ia tak mampu mengimplemetasi pemikiran tersebut karna adanya sebuah keraguan dalam hatinya. Dengan nada serius ia berkata " Wok, aku lo pengen bukak sablon seng gede, tapi kok omahku gak enek panggok kanggo nyablon", curhatnya kepada Siwok (Tyo). Yang saat bersamaan ada Fuad disampingnya mendengarkan omongan dua remaja tersebut, spontan Fuad memotong pembicaraan mereka " Aku enek panggok kosong nak omahe koncoku, omah kosong seng suwe gak dipanggoni, la koncoku iku yo pengen gawe usaha ben sekirane pas awak dewe wes enek tujuan aktivitas bendinone".

Setelah Fuad selesai bicara, Siwok (Tyo) menanggapi dengan nada keras yang menyatakan ia setuju dengan apa yang diungkapkan Fuad remaja 18 tahun asal Balen itu.

" Aku setuju karo seng diomongno Fuad mau, cocok kanggo awak dewe seng lagi kenek PHK" tandasnya dengan nada gurau namun penuh dengan keyakinan y2ang ingin segera diwujudkan, sontak Dayat langsung berkata " Ayo Ad ndang buka sablon nak omahe konconem kui, aq pengen ngembangno sablon" ungkap dengan nada keras seakan tak percaya bahwa pemikirannya bisa terwujud yang awalnya hanya sebuah angan-angan yang terapung dalam sebuah ruang imaginer.

Obrolan tersebut tak elak membuat Sumber sang pemilik bengkel mengejek atau mengolok-olok mereka dengan kata "eeee ra ngarah kuwe iso gawe sablon, lawong nomah mok ngopi ae kok pengen berkembang" dengan ekspresi wajah seakan meremehkan tiga pemuda itu. Mendengar omongan Sumber yang seolah-olah meremehkan mereka, seorang pemuda bernama Fuad dengan berontak mengatakan "apane seng ra iso, wes kuwe (sambil menunjuk Dayat dan Siwok) sesok ayo nomae koncoku resik-resik omah ayo buka sablon, ben Sumber ra wani ngenyek awak dewe" pungkasnya dengan penuh keyakinan.

Pada intinya ketika sebuah pemikiran hanya disimpan dalam ruang imajinasi, maka tak akan mungkin terealisasi layaknya layang-layang terbang yang putus dari benangnya, maka dari itu sekecil apapun mimpi itu jika kita yakin dan ingin mewujudkannya pasti kita akan meraih mimpi itu walaupun beberapa orang menganggap itu sebuah hal yang tabu dan tak layak untuk diperbincangkan.

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .