Konflik Akes Rajekwesi, Ada Mahasiswa Mengaku Diintimidasi Dosen

Suara Bojonegoro     Kamis, Juni 16, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Konflik yang terjadi diinternal Perguruan Tinggi Akes Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro, hari ini dibahas bersama DPRD Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya ratusan mahasiswa yang menggelar aksi beberapa hari lalu ke DPRD, untuk menyampaiakan masalah yang terjadi diinternal Yayasan yang menaungi Perguruan Tinggi Akes Rajekwesi ini.

Dalam diskusi yang bertempat diruang paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro itu, sejumlah mahasiswa, dosen dan segenap pengurus yayasan yang menaungi Perguruan Tinggi yang berada di Desa Ngumpakdalem tersebut.

selanjutnya dari beberapa mahasiswa mengaku mendapat tindakan intimidasi yang dilakukan oleh beberapa dosen, terkait aksi yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro.

Salah satu mahasiswa Akes Rajekwesi yang tidak mau disebutkan namanya itu,mengungkapkan, banyak mahasiswa yang diancam melalui WA maupun medsos lainya. "Beberapa hari lalu sebelum menggelar aksi, saya mendapat ancaman dari dosen, isinya jika ikut dalam demo akan diancam dengan tidak akan lulus tepat waktu, tidak akan bekerja dimanapun," ungkap mahasiwi angkatan 3 ini.

Dalam diskusi tersebut, wakil DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sukur Priyanto, saat disinggung terkait tindakan intimidasi ia mengatakan, "Kita akan panggil dulu nomer-nomer yang melakukan intimidasi terhadap mahasiswa," katanya selesai acara.

Lebih jauh, dari hasil diskusi tadi, pihaknya menginginkan satu hal yang perlu digaris bwahi, "Proses hukum yang didalamnya, itu ranahnya Polres dan Pengadilan silahkan berjalan sebagaimana mestinya, disisi lain kami berharap civitas akademi akes rajekwesi menjalankan proses belajar dengan baik,"ujarnya.

Syukur sapaan akrabnya menambahkan, kalau nanti ada bukti-bukti tindakan intimidasi yang ditemukan pihaknya akan membantu koordinasi ke kopertis wilayah 7 Jawa Timur. "Kita juga akan laporkan ke pihak-pihak terkait ke kopertis,"tambahnya

"Kita akan melaporkan ke pihak berwajib dan pihak kopertis wilayah 7, jika terbukti ada tindakan intimidasi,"pungkasnya.

Diketahui bersama, dalam aksi kemaren ada 3 tuntutan yang disampaikan ke DPRD Kabupaten Bojonegoro, yakni menuntut salah satu pendiri Yayasan Oerip Hartono mundur dan mengembalikan aset Yayasan Oerip Hartono ke Yayasan (YPKB), juga meminta
mengembalikan yayasan pada akte pendirian tahun 1993 dan yang terakhir menolak keras pemberhentian Direktur Akes Rajekwesi Fidrotin Azizah yang dipecat tanpa alasan yang jelas.(Wan/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .