Miris! Kakek Renta Ini Harus Hidupi Istri & 5 Anak

Suara Bojonegoro     Minggu, Juni 26, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

TUBAN - suarabojonegoro.com - Seorang kakek Bernama Yasmin (73) harus bekerja keras membanting tumang diusia senjanya, Yasmin setiap hari harus mendapatkan uang untuk menghidupi dirinya dan 6 anggota keluarganya yang lain yang tinggal dalam satu rumah di RT 1 RW 6 Dudun Banaran, Desa Prambon Tergayang, Kecamatan Soko, Tuban.

Dari data yang berhasil dihimpun suarabojonegoro.com, Yasmin harus berjuang keras setiap harinya, sebagai seorang pencari daun jati ini, dirinya sampai saat ini masih mampu untuk menjaga kehidupan keluarganya, meski tak seperti harapannya, "Kulo namung pados godong jati, kulo sade pajeng kalih doso ewu, (Saya hanya bekerja mencarai daun Jati, dan saya jual laku duapuluh ribu," Katanya, Minggu (26/6/16).

Hanya itu penghasilan yang didapat Yamin dalam setiap harinya, dan hal itu dirasa sangat tidak cukup untuk menghidupi keluarganya, apalagi Anak anaknya sejumlah 5 orang, dan lebih miris lagi 3 dari 5 anaknya mengalami gangguan mental/jiwa, sehingga hanya bisa mengharap makan dari dirinya.

Sementara dua anaknya juga nyaris mengalami hal yang sama dengan saudara saudaranya yang lain. Dan hanya bisa mengharap makan dari orang tuanya, sementara Yamin hanya bisa bekerja mencari daun jati dari wilayah hutan dekat desanya.

Ketiga anaknya berusia antara 20 tahun ini yang mengalami gangguan mental ini adalah menurut istri Yamin, Komi (65) pernah menikah akan tetapi mereka ditinggalkan oleh suami mereka, mungkin karena kondisinya yang seperti itu sehingga suami mereka meninggalkannya, cerita Komi.

Tak bisa berharap banyak yang akan dilakukan oleh Yamin, dirinya pasrah dan tetap melakukan pekerjaan dia sehari hari, terkadang tetangga mereka memberikan bantuan beras, dan uang serta kebutuhan lainnya, "Nek kulo diparingi beras, kulo ijolke jagung, kersane wareg sedoyo, (Kalau saya dikasih beras saya tukarkan jagung, biar semua Kenyang. Red)" Tutur Yamin.

Saat  warga yang mengetahui cerita dari Tetangga yang juga masih kerabat Yamin, Lek Sri Panggilanya mengatakan bahwa Yamin juga mendapatkan bantuan bantuan dari Desa seperti warga lainnya, seperti bantuan BLT dan lain lain, dan Lek Sri yang menguruskan surat suratnya.

Mengetahui kejadian itu Seorang warga Kecamatan Parengan, Tuban bernama Alisya Mustaqim tak kuasa melihat keadaan Yamin dan keluarganya, Dia menangis menyaksikan kondisi Yamin yang benar benar miris, saat masuk kedalam rumah yang sederhana dan penuh dengan lubang dan sinar matahari menerobos masuk melalui dinding bambu yang usang.

Apalagi setelah melihat tiga anak anak Yamin yang berusia 24 sedang ngoceh sendiri di Pojok Rumah, Kemudian anaknya yang berusia 24 tahun juga berbicara sendiri, dan satu lagi anak Yamin yang diketahui berusia 28 tahun sedang ngomel ngomel tanpa ada diajak bicara, Pengusaha Salon ini semakin tak kuasa menahan sesak dadanya.

"Kondisi mereka benar benar memprihatinkan, ini diluar kesusahan seperti yang dialami orang sewajarnya," Kata Alisya.

Kondisi Yamin dan Istrinya Koni, memang tak lazim mereka harus hidup dengan kondisi anak anak yang tak bisa diharapkan lebih, diusianya yang renta dirinya harus berusaha tetap kuat dan sehat demi anak anaknya.

Tetangga, pemerintah Desa setempat terus berusaha membantu Yamin, namun musibah yang dialami Yamin ini sungguh diluar batas, Yamin sendiri terus berfikir jika dirinya kelak tiada, siapa yang akan merawat Istri dan anak anaknya, siapa yang akan memberi makan mereka.

Yamin hanya bisa pasrah dengan keadaan ini, pasrah kepada Tuhan sang Pencipta Alam, tuhan yang memberikan kehidupan, tuhan yang telah mencatat taqdirnya. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .