Ngaji Anggaran Bareng PMII Usai Tadarus

Suara Bojonegoro     Sabtu, Juni 11, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Untuk mengasah pisau analisis, puluhan aktivis organisasi mahasiswa extra kampus se Bojonegoro melakukan kajian Anggaran (Ngaji Anggaran) APBD Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dilakukan sebab mahasiswa sebagai agen kontrol sosial, yang juga konsen dalam pengawalan kebijakan-kebijakan pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Tradisi tadarusan, sehabis sholat tarawih adalah rutinitas bagi umat muslim, sedangan aktivis notabennya yang backgrond islam ini, lebih memilih ngaji anggaran untuk meningkatkan kapasitas intelektual, sabtu (11/06/16)  malam.

Ketua umum PC.PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid menuturkan dengan melakukan ngaji anggaran adalah konsen PMII dalam menyoroti kebijakan pemerintah, yang nantinya para aktivis bukan serta merta hanya mengkritisi sebuah kebijakan, melainkan mempunya sebuah dasar dan dapat merekomendasikan sebuah kebijakan yang pro rakyat.

"Untuk ngaji kitab Al -Qur'an kita lakukan setiap habis sholat, dan malamnya habis jamaah tarawih ngajinya adalah ngaji anggaran (kajian anggaran) di setiap malam minggu. Harapanya pasca ini kita mepunyai kapasitas, dan pisau analisa yang kritis dalam mengontrol kebijakan rakyat " Kata Syahid sapaan akrabnya.

Selanjutnya, dengan tradisi ngaji semacam ini, mampu membuat sebuah perubahan dalam tingkat intelektual para Aktivis PMII Bojonegoro.

"Ini adalah bulan suci ramadhan, meskipun itu tidak membuat para aktivis lalai dalam pengawalan kebijakan, PMII bukan hanya petarung jalanan saja, melainkan juga aktivis yang  harus berintelektual tinggi," Imbuh Syahid.

Hal yang sama juga disampaikan, oleh pemateri, Ulil Fikri, bahwa untuk ngaji Angaran adalah tidak terlepas dari sebuah kebijakan politik, yang dilakukan dari pemerintah Desa sampai pemerintah pusat.

Ulil Fikri yang juga sebagai pengurus koordinasi cabang (PKC) PMII Jawa Timur, berharap kedepan PMII menjadi control terdepan dalam pengawalan kebijakan pemerintah.

"Karena aktivis PMII mempunyai tugas dalam mencetak kader-kader intelektual, yang mampu membuat bangsa indonesia menjadi bangsa yang sejahtera dan mampu melakukan pembangunan yang berkelanjutan," kata Fikri yang juga mantan seketaris umum PC.PMII Bojonegoro. (Wan/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .