Pimpinan Dewan Tanyakan Kredibilitas Dosen Yang Turut Campur Soal Konflik Akes Rajekwesi

Suara Bojonegoro     Kamis, Juni 16, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Menindaklanjuti aduan konflik yang terjadi di lingkup civitas akademika Akes Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Sukur Priyanto, mengatakan ada dua sisi persoalaan konteks yang berbeda.

"Kita jangan mempercampur aduk kan antara yayasan dan Civitas akademika," ungkap syukur.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dalam persoalan ini pihak civitas harus tetap melaksanakan kegiatan belajar, sedangkan yayasan tetap harus memantau prosesnya.

"Civitas akademika harus tetap melakukan proses belajar mengajar, jika ada dosen ikut dalam permasalahan ini berarti dosen tersebut dipertanyakan kridebilitasnya," ungkap Syukur.

Pihaknya juga akan berupaya medorong penyelesaian konflik diinternal Perguruan Tinggi Akes Rajekwesi Bojonegoro. "Terkait penyerobotan itu bukan domain kita, akan tetapi kita akan dorong segera buktinya dilengkapi," ujarnya.

Direktur Akes Rajekwesi, Fidrotin Azizah saat ditemui oleh suarabojonegoro.com diruang paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro, disinggung mengenai proses belajar mengajar mengatakan, jika sampai hari tidak ada proses belajar mengajar.

"Proses belajar dan mengajar sampai detik ini stop, kita selesaikan dulu masalahnya," katanya saat ditemui setelah Hearing bersama DPRD Bojonegoro, Kamis, (16/6/16).

Akes rajekwesi yang mempunyai umur sekitar 22 tahun ini, beberapa tahun terakhir juga mengalami peningkatan perstasi, diantaranya mendapat predikat terakreditasi B. (Wan/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .