Polemik Gelar Pahlawan Bagi Mantan Presiden Soeharto

Suara Bojonegoro     Kamis, Juni 02, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Beberapa hari lalu, pemberian gelar pahlawan terhadap mantan Presiden RI ke 2, Soeharto kembali mencuat. Usulan Soeharto sebagai pahlawan nasional dikemukakan melalui musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar yang dilaksanakan 15-17 Mei lalu. Musyawarah nasional partai berlogo beringin ini menginstruksikan agar Ketua Umum Setya Novanto memperjuangkan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Hal tersebut juga mendapat pandangan dari Aktivis. Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ahmad Syahid, Ia mengatakan terkait penetapan tersebut, Ia berpandangan bahwa  Soeharto Presiden RI ke 2 tidak pantas mendapat Gelar pahlawan Nasional.

"Tidak layak seorang pemimpin yang otoriter dan tidak mengenal HAM dan Demokrasi mendapat gelar pahlawan," katanya, Kamis (2/06).

Syahid sapaan akrabnya menambahkan, adanya kasus korupsi supersemar yang sampai hari ini belum tuntas, apakah pantas kalau melihat seperti itu?.

"Korupsi supersemar tidak terusut, menjadikan nama beliau tidak pantas mendapat predikat pahlawan Nasional" Imbuh Syahid.

Diketahui bersama, Penetapan gelar pahlawan nasional ditentukan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Aturan Dewan Gelar tersebut tertera dalam Peraturan
Pemerintah No. 1 Tahun 2010 tentang Dewan Gelar,
Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. (Wan/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .