Sejumlah PK Kecewa, Musda Golkar Ditunda

Suara Bojonegoro     Jumat, Juni 03, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Kekecewaan dari para pimpinan Kecamatan Partai Golongan Karya (Golkar) tampak setelah Musyawarah Daerah (Musda) IX Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gololongan Karya (Golkar) Kabupaten Bojonegoro resmi ditunda. Jum'at (3/6/16).

Hal ini dianggap oleh beberapa PK Partai Golkar justru akan lebih memperkeruh suasana hubungan kader partai, "Karena seharusnya Musda dapat dilakukan sekarang tapi justru malah di tunda," Kata Iswanto Lilik, Ketua PK Partai Golkar Bojonegoro Kota.

Semua persiapan sudah dilakukan, dan para kandidat juga sudah bisa menerima, tamu undangan juga sudah datang, sehingga pelaksanaan musda sudah bisa dilakukan, beberapa kabupaten lain juga sudah bisa melangsungkan musda, namun Diherankan karena Bojonegoro justru ditunda.

"Ya kecewa kenapa harus di tunda pelaksanaanya, justru semacam ini dapat membuat suasana malah tidak nyaman," Kata Radi Amir ketua PK Malo.

Tidak sedikit peserta Musda yang menggumam dengan ditundanya Musda, dan hal itu juga tampak dibeberapa raut wajah Nasuka, salah satu kandidat calon ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro. "No komen saya, tanya DPD saja," Ketika beberapa awak media ingin mewancarainya.

Ditundanya Musda Partai Golkar Bojonegoro, dijelaskan oleh Melia Usman, Perwakilan bidang Organisasi DPD 1 Partai Golkar mengatakan bahwa Musda IX DPD golkar Bojoenegoro kami tunda dan sebelumnya DPD 1 Golkar Jawa Timur telah mengirim surat kepada DPD Golkar Bojonegoro untuk menunda pelaksanaan musda sampai setelah hari raya idul fitri.

"Kami mohon maaf kepada semua PK (pengurus kecamatan) dan pengurus DPD ," tambahnya.

Ketua Bidang Organisasi DPD 1 Golkar Jawa Timur mengatakan jika ditundanya pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro adalah karena belum adanyan dasar atau pijakan untuk pelaksanaan Musda di Daerah.

"Dasar kami memilih menunda yaitu surat terakhir dari kami yang meminta penyelenggaraan musda setelah lebaran. Surat sudah kami kirim 3 sampai 4 hari lalu," kata Melila Usman.

Menurutnya, melihat kondisi dan dasar penyelenggaraan musda dari kepengurusan baru belum ada sehingga musda terpaksa ditunda karena takut pelaksanaan musda tidak tercover dalam petunjuk pelaksanaan (Juklak) 04. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .