Tauziyah Ramadhan: Hukum Puasa Seorang Musyafir Diera Transpotasi Modern

Suara Bojonegoro     Kamis, Juni 09, 2016    

Oleh : Suyuthi

Bagaimana hukum seorang musyafir pada kondisi diera transpotasi modern seperti saat ini, ketika menjalankan ibadah puasa Romadhon, dan ketika Seorang musafir yang berada dalam keadaan seperti itu boleh berpuasa dan boleh juga berbuka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, dalam Qs Al Baqoroh bahwa “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”.

Ketika pada zaman nabi Muhammad SAW, ada beberapa sahabat yang keluar dalam perjalanan bersama Nabi, di antara mereka ada yang berbuka dan ada yang berpuasa, sedangkan Nabi sendiri berpuasa dalam perjalanan.

Abu Darda’ radhiallahu ‘anhu, salah satu sahabat nabi pernah berkata dan dalam hadis HR. Muttafaq ‘alaih juga dijelaskan: “Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan dalam cuaca yang panas terik, sehingga ada sebagian dari kami yang terpaksa meletakkan tangan di atas kepala bagian dari kami yang terpaksa meletakkan tangan di atas kepala untuk berlindung dari panas matahari. Di kalanagan kami tidak ada yang berpuasa selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abdullah bin Rawahah.”

Kaidah bagi seorang musafir, dia boleh memilih antara berbuka dan puasa, tetapi jika puasa tidak memberatkannya, maka itu lebih baik; karena puasa dalam perjalanan mempunyai tiga faidah:

Pertama, mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedua, mudah, atau mudah puasa bersama orang banyak; karena jika seseorang berpuasa bersama-sama dengan orang banyak lebih ringan (mudah) baginya. Dan Ketiga, cepat terbebas dari tanggung jawab.

Jika dia merasa keberatan untuk berpuasa, maka sebaiknya dia tidak berpuasa. Tidak baik berpuasa di perjalanan dalam keadaan seperti ini.

Rasulullah SAW, pernah melihat seorang laki-laki yang lemas dan orang-orang berkerumun di sekitarnya, kemudian Rasulallah bertanya tentang sesorang yang lemas karena berpuasa. Seperti dalam hadist HR Al Bukhari Muslim bahwa "Tidak baik puasa dalam perjalanan.” Hadits ini berlaku umum bagi siapa saja yang mengalami kesulitan untuk berpuasa di perjalanan.


*) Suyuthi adalah ketua DPRD Bojonegoro dan Ketua DPD PAN Bojonegoro

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .