Teliti Perkembangan Sastra, Tim Ahli Balai Bahasa Turun Ke Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Selasa, Juni 14, 2016    

Kontributor : Burhanudin

suarabojonegoro.com - Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB), sebuah lembaga kreatifitas pemerhati, pecinta, dan sastrawan Jawa yang ada di Bojonegoro kedatangan tim peneliti bahasa dari Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT), yang akan menggali data lebih dalam dari PSJB tentang perkembangan sastra Jawa di Bojonegoro. Senin, (13/6/2016)

PSJB menjadi pusat penelitian BBJT karena konsistensinya dalam mengembangkan bahasa Jawa yang ada di Bojonegoro, terbukti sejak berdiri, 6 Juli 1982 sampai sekarang, PSJB sudah menerbitkan sekitar 50 buah karya dalam bentuk buku antalogi puisi dan cerpen dalam bahasa Jawa.

Mashuri, salah satu peneliti dari BBJT menjelaskan bahwa Balai Bahasa Jawa Timur ingin menggali lebih jauh konsep estetika dari PSJB. “Kami ingin menggali bagaimana kearifan, estetika dan budaya lokal mempengaruhi perkembangan sastra Jawa di Bojonegoro,” jelas Mashuri.

Mashuri juga menambahkan bahwa sastra di Bojonegoro sangat unik karena mempunyai kekhasan bahasa sendiri. “Kekhasan bahasa di Bojonegoro, bisa menjadi penguat sastra kewilayahan yang ada di Jawa Timur” tambah Mashuri yang juga dikenal sebagai penulis sejarah lama daerah-daerah yang ada di Jawa Timur itu.

Senada dengan penjelasan itu, peneliti lainnya, Anang Santosa menyampaikan tentang perlunya pemetaan kewilayahan sastra jawa di Jawa Timur. “Penelitian ini diharapkan mampu memetakan kewilayahan sastra jawa yang ada di Jawa Timur,” papar Anang.

“Selain itu, kami berharap dengan penelitian ini, kami mengetahui bagaimana sastra memiliki fungsi di kalangan masyarakat secara luas,” imbuh pria berkacamata itu.

Gampang Prawoto, salah satu anggota PSJB menceritakan bahwa bahasa Jawa Bojonegoro belum bisa diterima sebenuhnya secara umum. “Bahasa Jawa masih berkiblat pada Jogjakarta dan Solo, padahal tidak bisa dipungkiri di dalam bahasa Jawa ada dialek Bojonegoro, Pesisiran, bahkan Banten yang memiliki kekhasan sendiri,” kata Gampang, sembari menceritakan pengalaman pahitnya waktu karya sastranya yang menggunakan dialek bahasa Bojonegoro ditolak dewan juri disebuah event sastra.

Gampang juga memberikan apresiasi positif kepada BBJT karena menerima bahasa Jawa di Bojonegoro menjadi khasanah bahasa Jawa yang ada di wilayah Jawa Timur. “Bahasa Jawa dialek Bojonegoro adalah bahasa Jawa juga, semoga bahasa Bojonegoro diterima dalam kasanah sastra Jawa di Indonesia, tidak hanya di Jawa Timur,” ujar pria gondrong penulis buku Puser Bumi dan sering mendapatkan penghargaan dibidang sastra itu.

Penelitian kewilayahan bahasa dan sastra yang dilakukan tiga peneliti dari BBJT, Yulitin Sungkowati, Anang Santosa dan Mashuri itu direncanakan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 13 sampai 16 Juni 2016. (Joe/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .