Teman Sekelas Korban Asusila Kepohbaru Dipanggil Sebagai Saksi

Suara Bojonegoro     Senin, Juni 06, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Sebanyak dua anak perempuan dan dua laki-laki yang masih berusia dibawah umur pagi tadi mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Bojonegoro untuk memenuhi panggilan penyidik dalam rangka memberikan keterangan sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana perbuatan cabul sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 82 ayat (1) ayat (2) UU No 35 ahun 2014 atas perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 65 KUHP. Senin 06/06/2016

"Saya satu kelas sama yang kemaren lapor (korban)," kata salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, dirinya bersama teman satu kelas memang dipanggil untuk memberikan keterangan sesuai surat yang diterimanya namun menurutnya ada teman yang tidak datang," satu kelas hanya 8 murid, ketujuh dipanggil namun ada yang tidak datang," kata siswa yang baru lulus sekolah
Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini.

Dirinya sebelum mendatangi ruangan UPPA Polres Bojonegoro juga menceritakan bahwa ujian praktek wudhu yang diduga menjadi momen guru melakukan asusila kepada muridnya tersebut dilakukan di masjid umum Desa setempat sehingga lumayan jauh dari tempat sekolah.

Terpisah, Divisi Pendampingan dan Advokasi P3A Kabupaten Bojonegoro, Ummu Hanik mengatakan jika memang benar ada beberapa saksi yang dipanggil tersebut saat ini mengalami trauma yang mendalam sampai takut saat ditemui seseorang.

"Namun kami upayakan semua mau dipanggil sebagai saksi dan kami siap terus mendampingi," katanya.

Dirinya juga menjelaskan jika dirinya takut saksi yang enggan ikut memberi keterangan malah akan terlewatkan penanganan seperti pemulihan dan pengembalian psikis anak agar tidak menegenang memori kejadian tersebut.

Ummu menjelaskan untuk hari ini pihaknya tidak melakukan pendampingan pemanggilan saksi karena pihaknya tidak diberi kabar ada pemanggilan namun P3A tidak akan menyerah akan terus berkoordinasi dengan keluarga korban dan selalu memberikan pendampingan.

"Kami juga sudah mengagendakan pertemuan para korban dengan psikolog. Saat ini korban ada 6 yang 3 sudah melapor ke Polres Bojonegoro sedangkan 3 lainnya masih trauma ," tambahnya. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .