Bapak Dibunuh Anak Tiri, Karena Ngintip Istrinya Mandi

Suara Bojonegoro     Kamis, Juli 07, 2016    

Reporter: Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Masih ingat penemuan Mayat yang tangan dan kakinya diikat disebuah embung Di Dusun Desa/Tawongan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro pada
05 Juli 2016 jam 06.00 WIB lalu oleh warga, Polisi tak butuh waktu lama untuk menangkap Pelakunya.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro menyampaikan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan dan juga mengumpulkan barang bukti, penyidik Polres Bojonegoro kemudian menetapkan anak tiri korban KS (30) yang beralamat di Dusun Tawongan, Desa/Kecamatan Tambakrejo sebagai tersangka.

"Pada awal pemeriksaan terhadap para saksi termasuk tersangka sendiri saat diperiksa tidak mengakui telah melakukan pembunuhan," Terang AKBP Wahyu Sri Bintoro. Kamis (7/7/16).

Polisi terus melakukan interogasi dan pemeriksaan secara marathon pada hari   Selasa dari pagi hingga malam hari akhirnya pada pukul 23.30 WIB, tersangka KS menjelaskan bahwa korban sebelum meninggal minum racun rumput atau round up, seolah olah melakukan tindakan bunuh diri.

"Penyidik terus melakukan pemeriksaan pada tersangka karena dari keterangan tersangka penyidik merasa tidak puas dan berdasarkan barang bukti dan petunjuk petunjuk yang ada akhirnya tersangka mengakui perbuatannya," Tandas Kapolres.

Dijelaskan juga kronologis niat pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara diikat tangan dan kakinya, kemudian dimasukkan kedalam embung,
Pada hari Senin tanggal 04 Juli 2016 sekira jam 18.00 WIB korban dimarahi oleh Terlapor gara-gara istri Terlapor bernama Yanti sering diintip oleh korban ketika sedang mandi sehingga Terlapor merasa jengkel dan sakit hati, Pada hari yang sama sekira jam 18.30 wib Terlapor mengajak istri dan anaknya menginap di rumah mertuanya yang jaraknya sekira 500 meter.

Keesokan harinya Selasa tanggal 05 Juli 2016 sekira jam 02.00 wib Terlapor gelisah tidak bisa tidur karena masih sakit hati dan mempunyai niat untuk membunuh korban, akhirnya saat itu juga Terlapor keluar rumah dengan mengendarai 1 (satu) unit sepeda motor Super X warna hitam No.Pol K-6261-DN menuju rumah korban (sekaligus tempat tinggal Terlapor sehari-hari) .

"Dirumah Korban ini Pelaku membuatkan kopi yang di campur dengan ¼ cairan ROUNDAP (obat pembasmi rumput) , setelah kopi diminum oleh korban selang 2 menit korban mengeluh dadanya sakit, mengetahui hal itu, korban posisi terlentang dan lemas kemudian dipaksa oleh Terlapor minum cairan ROUNDAP ¾ botol," Terang Kapolres.

Setelah korban lemas dan tidak bergerak sama sekali Terlapor menyeret korban ke kadang kambing kemudian Tersangaka mengikat kedua tangan dan kedua kaki dengan menggunakan tali plastik, selanjutnya Terlapor mengangkat tubuh korban ditaruh di atas Jok sepeda motor yang sudah disiapkan di Teras rumah  ,setelah itu Korban dalam keadaan tidak bergerak dibawa ke embung  yang jaraknya sekira 500 meter dari rumah , sesampai di Embung korban memasukkan Terlapor ke dalam embung/waduk alam keadaan kedua tangan dan kedua kaki masih terikat.

Polisi juga mendapatkan barang bukti diantaranya Seutas tali plastik warna hijau dan 2 utas tali plastik warnaputih, sepasang sandal Merk Swalo, Sebotol plastik warna putih bekas tempat cairan ROUNDAP, Kaos warna putih , dan celana pendek jeans warna biru, 1 (satu) unit sepeda motor Super X warna Hitam No.Pol K-6261-DN, sebuah gelas dan Sebuah tang. (Ang*)


Foto: Korban yang ditemukan diembung

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .