Bojonegoro Kabupaten Layak Anak Tapi Kejahatan Seksual Anak Merajalela

Suara Bojonegoro     Rabu, Juli 20, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu lalu berikrar mewujudkan kedaulatan pangan, ikrar wujudkan kedaulatan energi, ikrar wujudkan ramah (HAM), ikrar wujudkan revolusi mental, ikrar wujudkan ketahanan pangan, ikrar wujudkan Esdisis, dan ikrar wujudkan open goverment patnership. Dalam ikrar tersebut dibacakan langsung oleh Bupati Bojonegoro Suyoto dan disaksikan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam Apel Bela Negara 17/05 lalu.

Sebelumnya, Kabupaten Bojonegoro juga telah mendeklarasikan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), Kabupaten ramah HAM, Kabupaten welas asih dan Kabupaten pendidikan inklusif. Bahkan bulan ini Bupati Bojonegoro juga akan melakukan presentasi keberhasilan Bojonegoro dalam sebuah event human right internasional conference di Guangco Korea Selatan dan pada Desember 2016 mendapat kehormatan dari Komnas HAM dan lembaga INFID akan melaksanakan kongres HAM nasional yang ke 3.

Namun, akhir-akhir ini Kabupaten Bojonegoro dihantui oleh kasus kejahatan yang menimpa anak dibawah umur mulai dari penculikan anak, kasus pemerkosaan anak sampai pembunuhan kepada anak. Bahkan pelaku kejahatan tersebut adalah mulai dari orang terdekat korban seperti ayah tiri, sepupu hingga guru di sekolah.

Bahkan data yang himpun suarabojonegoro.com, Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2016 ini telah menangani kasus terhadap perempuan dan anak sebanyak 36 kasus bahkan mirisnya dalam kurun waktu setengah tahun ini sudah ada 5 kasus pemerkosaan terhadap anak, 5 kasus persetubuhan kepada anak, 7 kasus pencabulan dan 1 kasus pembunuhan terhadap anak.

"Dalam waktu enam bulan terkahir tidak kurang 15 kasus seksual kepada anak yang ada di Bojonegoro," kata Kepala Divisi Advokasi P3A Kabupaten Bojonegoro, Ummu Hanik.

Ummu juga menambahkan jika pelaku kejahatan anak saat ini sudah tidak ditoleransi sehingga orang tua harus waspada dimanapun anak berada karena justru pelaku kejahatan sering dilakukan oleh orang terdekat.

"Harapan kami pemerintah fokus program yang membela dan melindungi hak anak," harapnya. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .