Dewan Pers Himbau Jangan Beri THR Pada Wartawan, Jika Minta Paksa Laporkan Polisi

Suara Bojonegoro     Minggu, Juli 03, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo melalui melalui keteranganya yang dikeluarkan oleh Dewan Pers pada tanggal 1 juli 2016, disampaikan agar semua pihak, baik perusahaan maupun instansi pemerintahan, diminta tidak memberikan sumbangan apapun kepada wartawan menjelang lebaran. Hal itu untuk menghindari terjadinya penipuan yang dilakukan oleh oknum wartawan seperti yang biasa terjadi. Rabu (3/7/16).

"Dewan Pers perlu mengimbau kepada semua pihak untuk tidak melayani permintaan Tunjangan Hari Raya, permintaan barang, permintaan sumbangan dalam bentuk apapun yang mungkin diajukan oleh organisasi pers, perusahaan pers, ataupun organisasi wartawan. Hal ini untuk menghindari penipuan oleh para oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan ataupun perusahaan pers, Menjelang Hari Raya Idul Fitri ini " kata Ketua Dewan Yosep.

Dewan Pers mengingatkan, para wartawan telah terikat dengan etika profesi yang ketat. Ada larangan keras untuk menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Jika ada pihak yang mengaku-ngaku sebagai wartawan dan melakukan pemerasan, Dewan Pers meminta agar segera dilaporkan ke polisi.

"Sikap Dewan Pers ini dilandasi sikap moral dan etika profesi dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme kewartawanan. Juga untuk mendukung upaya pemberantasan praktik korupsi yang sedang marak saat ini. Dewan Pers tidak dapat membiarkan praktik tidak terpuji di mana wartawan, perusahaan pers, atau organisasi wartawan yang banyak bermunculan belakangan ini meminta-minta sumbangan, bingkisan ataupun tunjangan hari raya," jelasnya dalam surat tertulis.

Dewan Pers menegaskan, saat ini 3 organisasi kewartawanan yang terverifikasi di Dewan Pers. Berikut organisasi wartawan yang telah terverifikasi serta menjadi konstituen Dewan Pers:
1. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
2. Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
3. Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)

"Apabila ada oknum wartawan yang mengaku dari media ataupun sebuah organisasi wartawan menghubungi Bapak/Ibu dan meminta dengan cara memaksa, menekan atau bahkan mengancam, agar mencatat identitas atau nomor telepon atau alamat mereka dan melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Dapat juga melaporkannya ke kantor Dewan Pers," Pungkas Yosep. (Ang*)

Foto: himbauan tertulis Dewan Pers

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .