Dewan Rekom Penutupanya, Dirut Perusahaan Air Minum Beralasan Belum Tahu Perubahan Regulasi

Suara Bojonegoro     Selasa, Juli 26, 2016    

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Disebutkan sebelumnya oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito, jika pihaknya merekomendasikan penutupan perusahaan air minum swasta yang berada di Desa Kunci Kecamatan Dander. Pasalnya regulasi yang menjadi landasan hukum pengelolaan Sumber Daya Alam (Air) telah dihapus.

Jika sebelumnya yang menjadi landasan hukum dalam pengelolaan air minum adalah Undang-undang Nomer 7 Tahun 2004 yang telah dihapus, maka air hanya bisa dikelola oleh Badan Usaha Milik Pemerintah.

"Berarti dengan dihapusnya UU tentang SDA, air hanya bisa dikelola oleh Badan Usaha Milik Pemerintahan sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal
33 ayat 2 dan ayat 3," kata Sekretaris Partai Gerindra Bojonegoro tersebut.

selanjutnya, Hakim, Direktur Utama Perusahaan Air Minum Swasta yang berada di Desa Kunci, saat dikonfirmasi oleh suarabojonegoro.com, mengatakan, jika selama ini pihaknya belum mengetahui perihal perubahan atau dihapuskanya Undang-undang tersebut.

"Maaf yang banyak hari ini belum update. Ya belum tahu dan memahami juga hal itu," kata Dirut Perusahaan air minum swasta, Senin (25/7/16).

Seperti yang diketahui, dihapusnya UU nomor 7 tahun
2004 tentang SDA oleh Mahkamah Konstitusi (MK) secara langsung berarti MK menghidupkan kembali
UU nomor 11 tahun 1974 tentang pengairan untuk mencegah kekosongan hukum hingga ada
pembentukan undang-undang baru. (Wan/Red).

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .