Di Bojonegoro 11 Kali Kejahatan Seksual Terhadap Anak Selama 6 Bulan

Suara Bojonegoro     Rabu, Juli 20, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Kejahatan seksual terhadap anak, mulai dari pencabulan dan pemerkosaan dan juga berujung dengan pembunuhan terjadi di Bojonegoro, dan dari catatan media online suarabojonegoro.com, pada awal tahun 2016 hingga bulan Juli 2016 tercatat ada sekitar 11 kali tindakan kejahatan seksual terhadap anak anak dibawah umur yang berhasil dirilis oleh media on line www.suarabojonegoro.com hingga 20 Juli 2016.

Yang Pertama adalah pada hari minggu tanggal 3 bulan januari 2016 diketahui Bocah yang masih duduk di Bangku SMP dan masih berusia 15 tahun warga kecamatan Balen, diduga nekat melakukan pemaksaan pencabulan atau pemerkosaan terhadap Gadis bau kencur yang masih usia 9 tahun.

Kejadian ini bermula pada hari minggu (3/1/16) Sekitar pukul 08.00 WIB, Pelaku saat mengetahui Korban, sedang sendiri didalam rumahnya, yang tak jauh dari rumah pelaku, kemudian pelaku memanggil korban untuk mengajak masuk rumah pelaku untuk melakukan tindakan pencabulan.

Ke - Dua pada tanggal 11 Januari 2016 dugaan tindak penculikan terhadap kedua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Bojonegoro kelas VII, dengan modus sebelumnya diiming-imingi akan diberikan sebuah handphone oleh pelaku.

Para korban ini didatangi pria tak dikenal dan dua pelajar yang saat itu melakukan kegiatan di Alun alun Bojonegoro kemudian dibawa oleh laki lakintak dikenal dan yang satu korban diturunkan di samping polsek Kalitidu dan satu korban lainnya di bawa dan di tinggalkan diwilayah Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

Ke - Tiga, pada tanggal 30 April 2016 Seorang pria M (30) warga Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, harus diringkus Polisi, karena telah melakukan perbuatan bejatnya, yaitu pencabulan terhadap anak Gadis yang masih balita,

Perbuatan bejat pelaku ini terbongkar setelah ibu korban melapor ke Polsek Gayam, setelah pengakuan anaknya yang mengaggetkan, bahwa pelaku telah melakkan pencabulan terhadap Korban yang masih berusia 4 tahun ini dengan jarinya.

Ke - Empat, pada tanggal 30 April 2016 Janin Bayi dalam kondisi tak bernyawa dan dalam membusuk ditemukan oleh Sartini (68) warga Dusun Bedahan, Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, setelah Sartini mencium bau yang menyengat dihidungnya didalam rumahnya.

Dan dari hasil pemeriksaan Polsek Gayam, Gadis masih 16 tahun melahirkan Janin dari hasil hubungan gelap dengan seorang pria Dewasa.

Ke - Lima, pada tanggal 14 April 2016 gadis pelajar hamil yang berusia 16 tahun warga Kecamatan Baureno dan diketahui setelah disetubuhi oleh pria yang sudah beristri bernama AM yang juga warga Baureno.

Ke - Enam, pada tanggal 16 Mei 2016 Dugaan Pencabulan oleh Pelaku kejahatan Seksual berinisial NK yang juga seorang Guru Madarasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Ngranggonanyar, Kecamatan Kepohbaru Bojonegoro, terhadap korban yang berjumlah sekitar 6 anak dibawah umur, dari hasil pemeriksaan oleh penyidik Unit UPA Polres Bojonegoro, diduga pelaku mengalami kelainan seksual.

Para Korban NK ini adalah muridnya sendiri di sekokah yang sebelumnya diancam akan tidak diluluskan sekolahnya jika tida menuruti nafsu bejatnya.

Ke - Tujuh, pada tanggal 29 Mei 2016 Gadis pelajar digerebek oleh warga di Desa Desa Blongsong RT 1 RW 1 Kecamatan Baureno, Bojonegoro, karena merasa gerah, akhirnya menggerebek pasangan tersebut karena diduga melakukan persetubuhan dengan seorang Guru yang sudah beristri dan mempunyai 2 anak.

Gadis pelajar ini masih duduk dibangku sekolah salah satu Madarasah Aliyah di Balen dan sering diajak oleh Pria yang berprofesi sebagai guru ini untuk melakukan perbuatan seperti suami istri.

Ke - Delapan, Pada 23 Juni, gadis pelajar (14) diculik oleh Pria tak dikenal dengan modus akan mengambil sebuah Handphone, dan selama sehari semalam akhirnya gadis pelajar ini tak kunjung pulang, dan diduga juga mendapatkan kejahatan seksual dari pelakunya yang kemudian di tangkap di wilayah Semarang dan pelaku mengaku melakukan penculikan dan tindakan asusila sebanyak 11 TKP dengan korban anak anak dibawah umur, kini pelaku sudah mendekam di penjara.

Ke - Sembilan sekitar tanggal 26 Juni 2016   anak gadis (12) diperkosa oleh Bapak Tirinya, hal itu diketahui Setelah dilaporkannya Bapak Tiri berinisial  S (45) Warga Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, yang diduga telah menyetubuhi putri tirinya Mawar (12), ke Polres Bojonegoro.

Kejadian persetubuhan Bapak tiri terhadap anaknya ini dilaporkan oleh Istrinya yang juga ibu Kandung korban, setelah mengetahui perbuatan suaminya tersebut dari cerita anaknya, dan ternyata kelakukan bejat S ini diawali ketika Mawar masih duduk dibangku kelas V SD, hingga kelas VI SD.

Ke - Sepuluh pada tanggal 9 Juli 2016 Pelaku Gantung diri diarea Hutang dengan korban Mbah Yadi (65) di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Bojonegoro adalah terduga pelaku kejahatan seksual terhadap anak tirinya sendiri yang yatim piatu, dan sudah dilaporkan ke Polsek Gondang, Sabtu (9/7/16).

Hal itu seperti disampaikan Beberapa warga Desa Sambongrejo, kepada suarabojonegoro.com, bahwa pelaku gantung diri ini sudah dilaporkan korban ke Polsek atas dugaan tindak asusila dan kejahatan seksual, terhadap, Anggrek (16) (Bukan nama sebenarnya, Red).

Ke - Sebelas pada tanggal 18 Juni 2016 bocah perempuan yang diketahui bernama Cahya Amalia Zahra (10) ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia saat ditemukan oleh warga Desa Pengkol, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro dibelakang rumahnya yang berjarak sekitar 150 meter, dan diduga korban ini di bunuh dan diperkosa oleh pelaku.

Tak lebih dari lima jam Polisi akhirnya berhasi membekuk pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhada korban dan kasusnya ditangani pihak kepolisiaan.

Dari banyaknya kasus kekerasan seks terhadap anak ini membuat masyarakat mulai resah dan butuh adanya perhatian khusus dari pihak pemerintak untuk segera ada penanganan yang lebih serius lagi. (Ang*)

Sumber: suarabojonegoro.com


© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .