Halal Bi Halal dan Pelatihan Manasik Haji Lintas Kabupaten

Suara Bojonegoro     Minggu, Juli 31, 2016    

Koresponden : Anna Mujahidah Mumtazah

suarabojonegoro.com - Majelis ilmu, majelis yang dirindu teruntuk mereka yang memiliki harapan dan cita. Memperoleh rida-Nya dengan penuh kebahagiaan perjumpaan dengan Rabb-Nya. Begitu kiranya yang dialami oleh para jamaah kajian tafsir Al Ibriz.

Di penghujung Syawal ini keluarga besar jamaah kajian kitab tafsir Al Ibriz mengadakan agenda rutin selapanan pelatihan manasik haji/umrah. Acara ini digelar di kompleks SMK HM Balen, Desa Sobontoro Balen Bojonegoro. Dimulai sekitar pukul 08.00 hingga dhuhur. Bertepatan dengan bulan Syawal maka agenda ini dikemas bersamaan dengan acara halal bi halal.

Dihadiri sekitar 100 jamaah kajian kitab Tafsir Al Ibriz dan didukung oleh radio Al Ibriz Fm. Bapak H. Kisdawam, pembicara menyampaikan agar senantiasa menjaga hati dan lisan. Kaum muslim harus senantiasa menjaga persatuan dan tidak mudah tersulut perpecahan.

Berdasarkan keterangan Bapak KH Abdul Kholiq selaku pengisi kajian kitab tafsir Al Ibris radio Al Ibriz Fm peserta/jamaah yang hadir tak hanya berasal dari Bojonegoro, namun juga dari Tuban, Lamongan dan Nganjuk. Setelah ceramah selesai, dilanjutkan dengan tanya jawab yang diajukan oleh panitia dan para pembicara seputar haji dan umrah. Bagi jamaah yang mampu menjawab dengan benar berhak mendapatkan doorprize yang disediakan oleh panitia.

Setelah itu berlanjut pelatihan manasik haji/umrah. Sebuah keunikan tersendiri dalam pelatihan manasik haji/umrah yang diselenggarakan oleh jamaah kajian kitab Al Ibriz ini. Sebab menggunakan miniatur Kabah seperti  ukuran aslinya. Sehingga jamaah merasakan suasana yang berbeda. Dilengkapi pula fasilitas lain seperti Hijir Ismail, bukit Sofa, Marwa dan lainnya.

Bapak Kusnan, selaku jamaah  menyebutkan merasa terbantu dengan adanya acara rutin ini. Silaturahmi di majelis ilmu mendapat ilmu dari para pembicara dan terfasilitasi untuk belajar manasik haji/umrah tanpa dipungut biaya.
Sehingga saat haji/umrah nanti benar-benar siap. Bukan lagi persiapan yang minimalis dan instan. Selain itu para jamaah tampak antusias mengikuti acara demi acara. Dimulai dari kaum muda hingga usia di atas kepala 6. Setelah acara manasik haji/umroh selesai, jamaah melaksanakan  salat dhuhur secara berjamaah dan dilanjutkan ramah tamah atau makan siang bersama.

Sungguh menjalankan rukun iman kelima membutuhkan pengorbanan harta, fisik dan lainnya. Bagi yang menjalankannya dengan penuh ketaatan berbalas surga. Dan tidak semua kaum muslim mendapat kesempatan. Ada yang sudah mendaftar namun ajal terlebih dahulu datang. Bagi kaum muslim yang diberikan kesempatan haji/umrah oleh Allah jangan sampai kurangnya persiapan menjadikan amalan ini tiada bernilai di sisi-Nya. Saatnya kaum muslim sadar untuk belajar dan terus belajar.

Tak hanya masalah haji, Namun belajar Islam secara totalitas. Tak hanya ibadah mahdah namun juga dalam berekonomi, bersosial, dalam pengaturan masyarakat, bangsa dan negara. Agar senantiasa hidup di jalan ketaatan dan perolah rida Rabb semesta alam. Aamiin. Allahu A’lam. (Ana/JW/Red)


© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .