Jadi Tersangka Korupsi Pasar, Kades Plumpang Ditahan Kejaksaan

Suara Bojonegoro     Jumat, Juli 22, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

TUBAN (suarabojonegoro.com) Akhirnya Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tuban, menahan dua tersangka yang terlibat dalam dugaan kasus korupsi renovasi Pasar Plumpang. Renovasi itu menelan dana hibah dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia sebesar Rp 900 juta pada tahun 2013 -2014 yang lalu.

Kedua tersangka yang sudah dititipkan dibalik jeruji tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Tuban, diketahui bernama Tumito, Kepala Desa (Kades) Plumpang, dan Munthohir, merupakan ketua koperasi pasar Plumpang. Mereka berdua yang merupakan warga Desa dan Kecamatan Plumpang, diduga bersekongkol merugikan Negara atas proyek tersebut.

“Akibat kasus itu, Negara dirugikan sekitar Rp 285 juta,” kata I Made Endra, Kasi Intel Kajari Tuban, Jum'at, (22/07).

Penahanan itu, dengan maksud bahwa mereka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan memudahkan pemeriksaan. Selain itu, sesuai denganpasal 2 Undang-undang 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dengan ancaman hukuman pidana paling lama 20 tahun.

“Kita melakukan penahanan itu dikarena sudah memenuhi unsur subjektif dan objektivitas,” terang I Made Endra ini.

Tersangka Tumito ditahan oleh pihak Kajari Tuban pada Senin kemarin, (18/07), kemudian pada hari Selasa dilakukan penahan kepada tersangka Muthohir. Tak hanya itu, pihak penyidik dari Kajari Tuban juga masih melakukan pengembangan lebih lanjut terkait keterlibatan pihak lain dengan melihat fakta di persidangan nanti.

“Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru, nanti di lihat dalam fakta persidangan,” jelas Kasi Intel Kajari Tuban ini. (Ang*)

Foto ilustrasi: www.jatimtime.com

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .