Pasca Lebaran Harga Terong Turun

Suara Bojonegoro     Rabu, Juli 13, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Warga disepanjang Aliran Bengawan Solo, tepatnya di daerah utara kecamapatn Balen Kabupaten Bojonegoro, sebagian besar memanfaatkan lahan pekaranganya untuk bercocok tanam terong. Sayuarn yang bisa dimasak sayur ini dinilai mempunyai kandungan nutrisi tinggi masih menjadi andalan petani di daerah Balen utara tersebut.

Akan tetapi, pasca lebaran harga terong turun, hal tersebut tentunya banyak faktor, diantaranya pasokan terong dari berbagai daerah mengalami panen raya, dan salah satunya faktor kualitas terong yang semakin tua (mendit).

Salah satu petani terong asal Desa Sarirejo Kecamatan Balen, Suwoto, mengungkapkan, beberapa minggu terakhir ini harga terong mnurun drastis.

"Sekarang satu karungya dihaegai 50 ribu sampai 65 ribu, kalau awal panen lalu satu karungnya (sak) masih berharga 100 ribu sampai 125 ribu," tandasnya saat ditemui dipekarangannya Desa Mulyorejo, Rabu (13/7/16).

Selanjutnya, hal yang sama diungkapkan oleh tengkulak asal Desa Pilanggede Kecamatan Balen, Khamim, mengatakan, beberapa minggu terkhir pasokan terong dari berbagai daerah mengalami peningkatan.

"Mungkin karena pasokan dari daerah lain juga panen, sehingga harga turun," ungkapnya.

Dari pantauan suarabojonegoro.com, memasuki musim kemarau, selain tanaman terong, petani setempat mulai menanam tembakau yang dikira sangat cocok ditanam di pinggir bantaran (plengsengan) Bengawan Solo. (Wan/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .