Pelaku Pemerkosaan Tambakrejo Sering Tidak Naik Kelas

Suara Bojonegoro     Kamis, Juli 21, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Pelaku pemerkosaan sekaligus pembunuhan gadis 10 tahun di Desa Pengkol Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur Ahmad Rifai (20)sebelumnya diduga adalah orang yang memiliki gangguan kejiwaan. Sebelumnya kerabat korban Sukadi (31) mengatakan jika pria yang sering disapa Arif tersebut agak tidak waras. Kamis 21/07/2016

Namun, Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Sujarwanto beberapa hari lalu membantah jika pelaku mengalami gangguan jiwa dan mengatakan jika AR (20) adalah normal namun memang pelaku hanya pria lulusan sekolah menengah pertama.

Saat suarabojonegoro.com mendatangi Desa Pengkol Kecamatan Tambakrejo, wartawan berhasil menemui guru pelaku sewaktu duduk dibangku MTS atau setingkat SMP. Saat ditemui guru yang bernama Mustofa tersebut membenarkan jika pelaku memang memiliki IQ yang rendah karena terbukti sampai lulus sekolah pelaku juga tidak bisa membaca dan menulis kecuali menulis namanya sendiri.

"Di sekolah MTS saja seharusnya tiga tahun, Arif (pelaku) sampai menempuh pendidikan 4 tahun," tambahnya.

Selain itu, sebelumnya di sekolah dasar pelaku yang seharusnya hanya menempuh pendidikan selama 6 tahun namun kenyataanya sering tidak naik kelas dan lulus sekolah dasar setelah 10 tahun berada dibangku sekolah dasar.

"Pelaku juga sering main dengan anak-anak dibandingkan usia sebayanya ," tambahnya. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .