Penurunan Angka Kemiskinan Melambat Karena Kebijakan Yang Salah

Suara Bojonegoro     Rabu, Juli 27, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Wakil Bupati Bojonegoro, Drs. H. Setyo Hartono dalam sambutannya pada sebuah acara Launching sistem pemantauan kemiskinan berbasis Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC), menyampaikan bahwa jika Bojonegoro diurus dengan benar maka persoalan kemiskinan akan tuntas.

"Dulu Bojonegoro adalah daerah miskin nomer lima di Jawa Timur karena APBD yang kecil, kini sudah meningkat namun kemiskinan menjadi masalah," Kata Wabub di Hotel Griya Darma Kusuma Bojonegoro Selasa (26/7/16) kemarin.

Menurut Wakil Bupati, Pengentasan kemiskinan melambat karena kebijakan yang salah. Tata cara SKPD yang dapat bantuan dari APBN maupun APBD masihseperti itu maka kemiskinan masih terjadi.

Dikatakan oleh Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra ini, bahwa Bantuan harus bersinergi, dan terukur karena Sehebat apapun program jika implementasi tidak tepat maka jangan harap berhasil.

"Bantuan yang digulirkan jatuh pada itu itu saja, bantuan yang diberikan ke desa minimal kades atau camat harus tau sehingga memudahkan pemantauan," Tambah Setyo Hartono.

APBD besar bantuan banyak namun kemiskinan tak bergeser, Berdasarkan data dari BPS bahwa lima daerah terbaik pengelolaan kemiskinan yakni kota Batu, Malang, Kabupaten Madiun, kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

"Jangan sampai kita kalah dengan Kabupaten tetangga seperti Blitar dan Nganjuk,iniadalah data yang direlease oleh BPS. Kinerja kita harus maksimal . Kita berbicara pemerintahan mulai kabupaten, kecamatan dan desa semua harus bertanggungjawab," Sambungnya. (Ang*)

Foto : ilustrasi

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .