Perda Perlindungan Anak & Perempuan Akan Dibahas Tahun 2017 Nanti

Suara Bojonegoro     Jumat, Juli 22, 2016    

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, DPRD Bojonegoro bakal mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan perempuan dan anak. Pengusulan perda tersebut akan dibahas di tahun 2017. Melihat waktunya masih lama,  dalam waktu dekat ini pendekatan dan strategi lain tetap harus dilakukan yaitu dengan memperluas jangkauan promotif dan preventif kepada target rentan yaitu anak-anak, salah satunya melalui sosialisasi di sekolahan.

"Kejadian kekerasan seksual terhadap anak yang kembali terjadi di Bojonegoro. Hal ini membutuhkan lebih dari hanya rasa prihatin, tetapi kewaspadaan masyarakat terhadap kejahatan dengan serius. Ini merupakan tamparan keras bagi kita atas kegagalan dalam memberikan perlindungan yang optimal bagi perempuan dan anak calon generasi penerus bangsa. Dalam pemberantasan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kita butuh pendekatan Dari  berbagai sisi," kata Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi. Jumat (22/7/16).

Komisi yang membidangi bidang Kesejahteraan rakyat, yang meliputi Ketenagakerjaan, Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kepemudaan dan OLah Raga, Agama, Kebudayaan, Kesejahteraan Sosial, Kesehatan dan Keluarga Berencana, Peranan Wanita dan Transmigrasi, tersebut berupaya dengan berbagai sisi menekan angka kekerasan seksual terhadap anak.

"Dari sisi kebijakan, legislatif akan segera mengusulkan rencana perda perlindungan perempuan dan anak. Dari sisi penegakan hukum juga harus diperkuat. Minimnya anggaran yang dimiliki oleh kepolisian untuk memperoleh alat bukti seperti visum dan tes-tes medis lain yang dibutuhkan, kami akan mencari regulasi untuk mensinergikan program dan memberikan dukungan untuk penegakan hukum kaitannya dengan hal ini," ungkap Politisi Gerindra itu kepada suarabojonegoro.com.

Ia menambahi, pihaknya akan mendorong untuk m eningkatan anggaran untuk menekan angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

"Kami juga akan mendorong peningkatan anggaran untuk perlindungan perempuan dan anak dalam pembahasan KUA PPAS 2017 atau jika memungkinkan dalam pembahasan anggaran di APBD Perubahan 2016," pungkasnya. (Wan/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .