Pondok Pesantren Al Falah Pacul Bojonegoro, Bentengi Santri dengan Kajian Anti Radikalisme

Suara Bojonegoro     Jumat, Juli 29, 2016    

Oleh : Ahmad Syahid

suarabojonegoro.com - Telah diselengarakan pengajian Anti Radikalisme malam ini (27/07/16), di pondok Al Falah, Desa Pacol, Kabupaten Bojonegoro. Acara yang digelar oleh Pondok Pesantren Al Falah dan bekerja sama dengan PC. PMII Bojonegoro.

Agus Falahudin M Pd I, mengatakan dengan acara pengajian Anti Radikalisme kepada Ratusan santri - santri pondok pesantren Al Falah, bertujuan adalah sebagai bentuk memberikan gambaran bahayanya Faham radikalisme yang saat ini mulai masuk di kalangan masyarakat Indonesia.

Ia menambahakan, para-para santri pondok pesantren Al Falah, yang mengajarkan ajaran -ajaran Ahlusunah Waljamaah. Nantinya, menjadi sebuah Benteng dalam menangkal faham radikalisme yang kian mengancam bangsa ini.


"Keprihatian, melihat situasi semacam ini, kami pengurus pondok pesantren mengelar pengajian, yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam menangkal faham-faham radikalisme dan mengajarkan  faham ahlusunah waljamaah, dengan mengedepankan berdakwah, dengan rasa Kasih sayang karena islam adalah Agama Rohmatal lil'lamin," Kata Gus Falah sapa'an akrabnya.

Ia menambahkan, pengajian yang digelar adalah penancapan pemikiran-pemikiran para pendiri Nahdatu Ulama (NU), bahwa cita-cita leluhur NU adalah mempertahankan keutuhan bangsa ini dengan mencintai NKRI dan mempertahankannya dari segala ancama-ancaman faham-faham radikalisme. "NU mengajarkan mencintai bangsa ini, tampa melihat, suku, agama, ras dan suku, karena bangsa ini terdiri dari berbagai pulau dan menjadi sebuah Negara yang dinamakan Indonesia," Tambah Gus falah.

Hal senada juga disampaikan, oleh pemateri pengajian, Ustadz Mustakim S.Pd. "Gerakan faham Radikalisme amat berbahaya bagi bangsa ini, sehingga penanaman pengetahuan dari dini, tentang bahayanya faham radikalisme yang mengatas namakan agama sangat berbahaya" ujarnya di depan ratusan santri.

Secara inti, narasumber menanamkan ideologi islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah bagi generasi santri. "Kita tangkal faham radikalisme di kalangan santri dengan penanaman ideologi kita, yang membela NKRI dan mencintai Islam sebagai agama rahmatl lil alamin," pungkasnya.


Ia menambahkan, para santri Nahdatul Ulama (NU), nantinya harus menjadi benteng garda terdepan dalam memerangi faham radikalisme, Ia juga juga menjelaskan, pentingnya memilih sebuah organisasi dan menerima sebuah ajaran yang mengatas namakan islam.


"Mencintai sebuah bangsa ini adalah keharusan karena ini adalah yang diajarkan oleh fading foder NU kita, dan kita harus mewanti wanti ajaran radikalisme dikalangan pemuda dan masyarakat,  dengan mencintai NU dan mengamalkan ajaran ajaran NU, yakni Ahlusunah waljama'ah adalah bentuk cara kita membentengi diri kita dari ajaran radikalisme," tutur Ustadz Mustakim. (sya/JW/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .