Proyek Pembangunan Pabrik Pupuk Kujang Di Bojonegoro, Ditunda

Suara Bojonegoro     Sabtu, Juli 23, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Alokasi gas dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (J-TB) di Bojonegoro yang  diberikan kepada PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) sementara akan dialihkan untuk semuanya diberikan kepada Pertamina. Sabtu (23/07/2016).

"Hal tersebut karena pabrik pupuk Cikampek mengalami keterlambatan produksi dari jadwal seharusnya," kata Direktur Utama Pertamina EP Cepu, Ardiansyah.

Menurutnya, jadwal seharusnya PT Pupuk Kujang Cikampek bisa menyerap gas dari Lapangan JTB pada tahun 2019 namun pihak PKC menunda sampai tahun 2021, "ada kemunduran dua tahun," tambahnya.

Sehingga, lanjut Ardiansyah pada tahun 2019 hingga 2021 jatah gas yang seharusnya diberikan kepada PT PKC akan dialihkan terlebih dahulu kepada Pertamina seluruhnya.

"Kalau untuk opsi mencari buyer lain belum ada karena pemerintah memprioritaskan gas diberikan kepada PT PKC. Semua tergantung pemerintah," imbuh Ardiansyah.

Seperti yang diketahui, sesuai PoD (Plan Of Development) yang sudah disetujui oleh Pemerintah melalui Menteri ESDM bahwa PT PKC mendapat alokasi gas sebesar 85 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dengan harga jual gas Tiung Biru yang ditawarkan PEP kepada PT PKC yaitu sebesar US$ 8 eskalasi dua persen per MMBtu sedangkan PT Pupuk Kujang Cikampek menawar dengan harga US$ 7 per MMBtu dengan skala 2%.

"Selain karena kemunduran produksi, PEPC dengan PKC juga belum menemukan kesepakatan harga," tandasnya. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .