Sebatang Kara, Korban Kejahatan Seks, Diangkat Anak Oleh Kapolres Bojonegoro

Suara Bojonegoro     Sabtu, Juli 09, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Melihat kondisi Korban kejahatan Seks, oleh Pelaku yang sudah mengakhiri hidupnya dengan Bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya, Anggrek (Bukan nama sebenarnya. Red), akhirnya diangkat oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro, untuk dijadikan Anak asuh, Sabtu (9/7/16).

Disampaikan langsung oleh AKBP Wahyu Sri Bintoro, bahwa Korban ini awalnya mengalami trauma, dan sudah tidak ingin bersekolah, karena malu akibat perbuatan ayah tirinya sebelum mengakhiri hidupnya, dan keinginan Korban hanya ingin keluar kampungnya dan bekerja, karena korban sudah dalam keadaan Yatim Piatu.

"Saya bujuk, untuk melanjutkan sekolah demi masa depannya, dan saya katakan untuk melupakan kejadian masa lalu, karena semua adalah ujian Allah, akhirnya dia mau untuk melanjutkan pendidikan," Terang AKBP Wahyu.

Disampaikan pula bahwa Korban ini memilih untuk mengambil pendidikan Pondok pesantren setelah menerima diangkat sebagai anak oleh Kapolres, dan rencananya akan melanjutkan pendidikannya, kemudian Kapolres akan mengasuh, dan memberikan pendidikan terhadap Korban hingga Dewasa.

Sementara itu Kepala Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang merasa lega dan berterima kasih kepada Kapolres Bojonegoro atas niat baiknya, yang telah membantu dan mengangkat Korban menjadi anak angkatnya, "Semua warga bersyukur dan sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres yang telah membantu Korban, untuk menyekolahkan dan menjadikan anak angkat," Kata Eko saat dihubungi suarabojonegoro.com melalui Telepon genggamnya.

Kades Eko juga menjelaskan, bahwa Kapolres datang langsung secara khusus dengan didampingi Istrinya dan berbicara langsung kepada korban asusila ini, Kapolres juga langsung meminta kepengurusan surat surat dan data korban ini segera diselesaikan.

"Pak Kapolsek nanti bersama kami dari pemerintah Desa akan menguruskan surat surat korban, dan ini juga masih menunggu ijasah Korban yang beluma keluar dari sekolah," Tambah Eko Prasetyo.

Kehidupan korban yang sebatang kara dan sikap Kapolres Bojonegoro yang langsung mengangkat korban sebagai anak ini, membuat warga yang hadir dirumah Kades Sambongrejo, tak kuasa menahan air mata, dan warga sangat berterima kasih kepada Kapoplres Bojonegoro. "Warga sangat terharu, dan upaya bapak kapolres semoga menjadi berkah," Kata Rian salah satu warga Sambongrejo.

Sebelumnya diberitakan Pelaku Gantung diri diarea Hutang dengan korban Mbah Yadi (65) di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Bojonegoro adalah terduga pelaku kejahatan seksual terhadap anak tirinya sendiri yang yatim piatu, dan sudah dilaporkan ke Polsek Gondang.

Hal itu seperti disampaikan Beberapa warga Desa Sambongrejo, kepada suarabojonegoro.com, bahwa pelaku gantung diri ini sudah dilaporkan korban ke Polsek atas dugaan tindak asusila dan kejahatan seksual, terhadap, Anggrek (16) (Bukan nama sebenarnya, Red), wargapun sudah mengingatkan pelaku bunuh diri sebelum mengakhiri hidupnya.

Terungkap kasus dugaan asusila ini berasal dari Anggrek, yang pada lebaran perta didatangi seorang laki-laki, dan kemudian diduga Cemburu dan sakit hati, Pelaku bunuh diri merobek semua baju milik Anggrek, dan akan mengulangi perbuatan asusilanya, dan kemudian Korban melapor ke Polsek Gondang.

Anggrek ini adalah Yatim piatu yang telah ditingga meninggal oleh Ibunya pada saat dinikahi Mbah Yadi, dan setelah itu Anggrek ikut dikeluarga Bapak Tirinya yaitu Mbah Yadi, dan hingga kahirnya menjadi korban dugaan asusila Mbah Yadi sejak Usia 14 tahun hingga kasus ini terbongkar. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .