Setelah Akan Jual Ginjal Untuk Operasi Anaknya, Pemkab Baru Turun Tangan

Suara Bojonegoro     Rabu, Juli 20, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Setelah Erni Hidayawati, warga Kelurahan Kauman Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, kesana kemari guna mendapatkan bantuan untuk biaya operasi anak sulungnya Azizah Anggraini (2), dan sempat putus asa karena harus menunggu 10 tahun lagi untuk operasi anaknya dengan menggunakan Jamkesda, akhirnya membuat pemerintah Kabupaten Bojonegoro turun tangan.

Erni bersama anaknya sempat harus ke beberapa instansi pemerintahan untuk mencari solusi kesembuhan anaknya, akan tetapi ganya mendapatkan jawaban yang tidak memberikan solusi dan selalu dijawab alasan sudah dibiayai jamkesda.

Kemudian Erni tak kuasa menahan derita anaknya dan melalui medsos dirinya akan menjual ginjal seharga 150 juta untuk pengobatan anaknya dengan membuat proposal pengajuan dan lain lainnya.

Setelah menunggu lama belas kasih dari pemerintah kabupaten Bojonegoro, akhirnya pemkab Bojonegoro baru turun tangan, mendatangi korban Jantung Bocor dirumahnya untuk melakukan penanganan medis terhadap Azizah.

Tim dari Dinas Kesehatan Pemkab Bojonegoro, Selasa (19/7/16) kemarin mendatangi rumah Erni untuk melihat kondisi Azizah penderita kelainan jantung yang disertai jantung bocor ini, dan akan melakukan pemeriksaan berkala pada Azizah di RSUD.

Kabid dinas Kesehatan Bojonegoro, Suharto, Selasa (19/7) siang kemarin mengatakan bahwa
Suharto dari hasil rapat dan komunikasi antara dokter spesialis anak, dokter spesialis jantung RSUD Dr Sosodoro Djatikusuma dan RS Dr Soetomo Surabaya menyatakan bahwa pasien menderita kelainan jantung bawaan jenis tetralgy fallit disertai dengan komplikasi jantung bocor untuk Operasi koreksi jantung jenis kelainan tetralogy fallot baru bisa dilakukab ketika berat badan anak minimal 10 kilogram dan usia minimal 1 tahun.

"operasi juga mempertimbangkan kondisi medis klinis seperti frekuensi seringnya spell atau serangan sianosis atau biru," Katanya.

Azizah saat ini memang belum bisa menjalani operasi karena berat badan hanya 7 kilogram karena operasi jantung merupakan operasi besar dengan resiko tinggi sehingga persyaratan yang diperlukan dan harus dilakukan di RS yang memiliki cath lab serta fasilitas untuk operasi jantung seperti RS Dr. Soetomo Surabaya, RS Jantung Harapan Kita dan RSUPN Ciptomangunkusuma.

Azizah ini akan melakukan operasi komplet yakni melebarkan pembuluh darah paru atau mengganti dengan conduit atau pembuluh darah sintetik, menutup VSD. Dan operasi paliatif/temporer yakni pemberian selang antara arteri cabang aorta menuju arteri pulmonalis untuk meningkatkan oksigenasi.

"Saat ini azizah sedang menunggu persiapan untuk memenuhi kelayakan operasi dan perbaikan status nutrisi untuk meningkatkan berat badan," tambah Suharto.

Sebelumnya Erni nekat akan menjual Ginjalnya karena harus menunggu 10 tahun untuk operasi anaknya, dan kini Erni yang tinggal dirimah saudaranya ini bisa merasakan sedikit lega karena pemerintah sudah menangani persoalan penyakit anaknya. (Ang*)


Berita sebelumnya : http://www.suarabojonegoro.com/2016/05/seorang-ibu-tawarkan-ginjalnya-rp100.html?m=1

http://www.suarabojonegoro.com/2016/05/akan-jual-ginjal-demi-anaknya-karena.html?m=1

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .