Tanyakan Soal Penggunaan APBD, Rapat Paripurna Dewan Sempat Memanas

Suara Bojonegoro     Selasa, Juli 12, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Rapat Yang seharusnya beragendakan Paripurna penyampaian Nota Pengantar Raperda tentang Pertanggung Jawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2015, akan tetapi menjadi ajang dialog dan perdebatan antara DPRD Bojonegoro dengan pihak Eskutif terkait pertanggung jawabkan yang diharapkan terbuka oleh pihak Eskutif, diruang Paripurna DPRD Bojonegoro, Selasa (12/7/16).

Perdebatan terjadi ini setelah beberapa pertanyaan seputar anggaran dimunculkan oleh beberapa anggota DPRD Bojonegoro Ali Huda, meminta adanya keterbukaan terkait berkaitan kendala dan juga kegiatan APBD yang belum dilaksanakan.

Namun ketika Sekretaris Daerah Pemkab Bojonegoro Soehadi Moeljono yang juga ketua Tim Anggaran memberikan penjelasan, ada interupsi dari Mohammad Fauzan anggota Fraksi Demokrat bahwa Acara Paripurna harus dilanjutkan dan agar dialog dihentikan, "Harusnya ini parupurna bukan debat," Kata Fauzan.

Komentar Fauzan ini sempat membuat panas anggota Dewan yang lain karena mematahkan persoalan yang sudah terlanjur menjadi pembahasan.

komentar Fauzan dihadapan Pimpinan DPRD Bojonegoro juga dipatahkan oleh Ali Huda, bahwa persoalan pertanyaan dari anggota Dewan Kepada Tim Anggaran PeMkab Bojonegoro harus di Jawab,

"Saudara Fauzan tolong jangan mengingatkan sesama anggota Dewan, kita semua punya hak untuk tahu soal pelaksanaan APBD," Kata Ali Huda.

Hal yang sama juga disampaikan oleh anggota DPRD yang lain, seperti Ali Mustofa, dan Mashuri, bahwa Tim Anggaran Eskutif harus menjawab, dan akhirnya ketua DPRD Bojonegoro tetap mempersilahkan Sekda untuk menjelaskan terkait Penggunaan dana APBD Bojonegoro.

Sekda Bojonegoro dihadapan anggota Dewan menyampaikan bahwa pelaksanaan APBD yang belum bisa dilaksanakan, akan dilanjutkan pelaksanaanya melalui P APBD, "karena ads beberapa kegiatan yang memang harus ditunda dan akan dilaksanakan pada P APBD," Kata Sekda.

Kenapa di tunda hal tersebut dikatakan karena adanya penurunan anggaran akibat dana bagi hasil migas yang turun karena turunya harga minyak. Akan tetapi Soehadi Moeljono juga menjelaskan bahwa kegiatan yang belum dilaksanakan akan dilakukan melalhi P APBD.

"Belum terlaksananya kegiatan atau tertundanya, disebabkan anggaran yang tidak ada, sehingga harus ada penundaan akan tetapi tetap diprogramkan dan dilanjutkan untuk pelaksanaanya. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .