2 Lokasi Tambang Pasir Ilegal Digerebek Polisi, 2 Pemiliknya Kabur

Suara Bojonegoro     Minggu, Agustus 07, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Petugas Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro berhasil melakukan penggerebekan 2 lokasi penambangan pasir ilegal di Sungai Begawan Solo, tepatnya dusun Karang, Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Minggu (7/8/16).

Disampaikan Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro, adanya tindak pidana usaha penambangan pasir dengan menggunakan mekanik atau mesin tanpa ijin ini sebelumnya berasal informasi dari masyarakat, dengan terlapor HT (40) warga Desa Setempat.

"Setelah mendapatkan informasi selanjutnya petugas melakukan penyelidikan tentang informasi tersebut dan hasilnya benar ada kegiatan usaha penambangan pasir dengan menggunakan alat mekanik/mesin
tanpa ijin usaha," Terang Kapolres.

Dari data yang terkumpul kemudian Anggota Satreskrim dan Sabhara Polres Bojonegoro mendatangi TKP, dan terdapat kegiatan penambangan, namun saat petugas datang para pekerja dan pemilik usaha tambang bernama melarikan diri.

Petugas hanya bisa mengamankan 3 orang saksi dan juga barang bukti berupa 1 buah Jeb, 1 buah mesin diesel, dan 1 batang pipa paralon, ke Polres Bojonegoro guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Dilokasi berbeda dan masih di alamat yang sama petugas juga berhasil menggerebek lokasi tambang pasir ilegal di Sungai Begawan Solo, dan tidak ada ijin serta menggunakan mesin mekanik, dengan terlapor KS (50) yang juga beralamat sama dengan HT.

Namun dalam penggerebekan ini, lagi lagi pemilik usaha tambang pasir ilegal ini juga kabur saat polisi datang, sehingga petugas hanya bisa mengamankan saksi dan barang bukti diantaranya,1 buah Jeb, 2 buah jerigen berisi solar, dan 1 buah diesel.

Akibat perbuatanya dengan melakukan pertambangan pasir secara ilegal, Terlapor dikenakan pasal 158 UU RI Nomer 4 tahun 2009 tentabg Minerba. (Ang*)


Foto: ilustrasi

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .