Abidin Fikri Edukasi Ratusan Masyakarat tentang Kosmetik Berbahaya

Suara Bojonegoro     Jumat, Agustus 12, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Maraknya peredaran  kosmetik dengan kandungan zat-zat kimia berbahaya  dikhawatirkan berdampak luas pada masyarakat.

Guna mengawasi banyaknya peredaran kosmetik berbahaya tersebut, Anggota  Komisi IX DPR RI, Abidin Fikri bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Timur, melakukan sosialisasi tentang bahaya kosmetik illegal yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan sosialisasi bertema “Cerdas Memilih Kosmetik” itu, Politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan, masyarakat harus mencermati sebelum membeli kosmetik.

“Tujuan sosialisasi ini agar masyarakat tahu  jenis kosmetik yang baik dan aman,” ujarnya di Gedung Maharani, Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (12/8/2016).

Kepada ratusan masyarakat, Abidin menyampaikan ada lima hal yang harus diperhatikan sebelum membeli kosmetik, terdiri dari Kemasan, Label, Izin Edar, Kegunaan dan Cara Pakai dan Kadaluwarsa (KLIKK).

"Harus dilihat apakah kemasannya rusak, ada ada izin edarnya tidak, apakah sudah kadaluwarsa apa belum, dan apakah ada cara pakainya," ujarnya.

Abidin menerangkan, masyarakat harus mengetahui sejumlah zat berbahaya yang terkandung dalam kosmetik illegal seperti Merkuri, Hidrokinon, bahan Pewarna dan Timbal. Zat-zat tersebut lanjut Abidin, dapat membawa dampak negatif  bagi kesehatan seperti alergi, kanker hingga komplikasi bagi ibu hamil.

Lebih jauh, Abidin menghimbau ibu-ibu dalam forum tersebut untuk lebih cermat dan mengawasi putra-putri mereka ketika membeli produk kosmetik melalui internet seperti media sosial.

"Generasi muda yang suka beli online, harus benar-benar memperhatikan KLIKK nya agar aman," pungkasnya.

Sementara itu,  salah seorang peserta sosialisasi, Eva Arnaz, mengaku pernah menjadi korban kosmetik ilegal. Ia mengaku pernah membeli produk kosmetik pemutih wajah palsu lantaran belum mengetahui secara detil ciri-ciri produk kosmetik yang legal. Eva mengakui, wajahnya terkena iritasi lantaran memakai kosmetik abal-abal tersebut.

"Kalau kena matahari panas banget rasanya, dan muncul merah-merah di wajah,  dan tumbuh jerawat banyak," ujar Eva.

Eva mengakui, kegiatan sosialisasi kosmetik aman sangat bermanfaat baginya.

"Sekrang saya jadi paham ciri-ciri kosmetik ilegal," ujar mahasiswi pendidikan bahasa Inggris tersebut. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .