Agustus, Memahami Sejarah Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

Suara Bojonegoro     Minggu, Agustus 28, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Anggota Majelis Permusyawartan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Abidin Fikri menjelaskan, Pancasila sebagai falsafah dan dasar Indonesia merdeka merupakan gagasan Bung Karno yang diusulkan saat sidang BPUPKI  tanggal 1 Juni 1945.

Abidin melanjutkan, dalam sidang BPUPKI tersebut Bung Karno menguraikan  lima prinsip dasar Pancasila yang terdiri dari pertama,  Kebangsaan atau Nasionalisme, kedua Kemanusiaan atau Internasionalisme,
Ketiga Mufakat atau Demokrasi, Keempat Kesejahteraan Sosial, Kelima Ketuhanan yang berkebudayaan

Hal itu disampaikan Abidin melalui siaran persnya dalam rangka sosialisasi empat pilar MPR sekaligus pelantikan Pengurus Ranting PDI Perjuangan se Kecamatan Bancar, di Gedung Serbaguna, Desa Bulu, Tuban, Jawa Timur, Minggu (28/8/2016).


"Pancasila adalah jawaban Bung Karno terhadap pertanyaan ketua BPUPKI dr Radjiman Wedyodiningrat tentang dasar negara Indonesia merdeka," katanya.

Selain itu, Abidin mengatakan Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016  telah menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Lebih jauh, politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan baik eksternal maupun internal. Secara eksternal Indonesia menghadapi tantangan fundamentalisme pasar dan secara internal Indonesia menghadapi tantangan fundamentalisme agama, korupsi yang merajalela serta peredaran narkoba yang kian memprihatinkan.

Fundamentalisme pasar kata Abidin ditandai dengan menguatnya pasar bebas serta minimnya peran negara dalam mengatur perekonomian. Dampak fundamentalisme pasar bagi Indonesia menurut Abidin ialah perekonomian domestik yang semakin tersudut lantaran persaingan bebas yang tidak seimbang.

"Fundamentalisme pasar jelas berbahaya dan bertentangan dengan prinsip kesejahteraan soial Pancasila yang bertujuan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," terangnya.

Sementara itu, fundamentalisme agama menurut Abidin juga tidak kalah seriusnya. Pasalnya, faham fundamentalisme agama telah melakukan tindak kekerasan seperti bom bunuh diri dan anarkisme atas nama kelompok dan agama.

"Bung Karno dalam Pancasila 1 Juni telah menjelaskan hendaknya kita bertuhan dalam berkebudayaan serta saling menghormati satu sama lain tidak ada egoisme agama," pungkasnya. (Wan/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .