Awasi Kosmetik Berbahaya, BPOM dan Anggota DPR RI Gelar Sosialiasasi

Suara Bojonegoro     Kamis, Agustus 11, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -
Suarabojonegoro.com - Sejak tahun 2013 peredaran kosmetik dengan kandungan zat-zat kimia berbahaya mengalami peningkatan. Tercatat, 71 item kosmetik berbahaya ditemukan dengan nilai sebanyak Rp 5,67 miliar. Angka tersebut mengalami lonjakan di tahun berikutnya sebesar 2.656 item produk dengan nilai ekonomis mencapai Rp. 31.66 miliar. Kamis 11/08/2016

Wilayah Jawa Timur mendominasi temuan peredaran kosmetik dan obat illegal pada tahun 2016 sebanyak 55 persen, disusul Jakarta 22 persen dan Jawa Barat sebesar 14 persen.

Guna mengawasi banyaknya peredaran obat dan makanan illegal yang berbahaya tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Timur menggandeng Komisi IX DPR RI melakukan sosialisasi tentang bahaya kosmetik illegal yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Dalam kesempatan itu, hadir anggota DPR RI Komisi IX dari Jawa Timur Abidin Fikri dalam sosialisasi bertema “ Cerdas Memilih Kosmetik” di Gedung Tirtawana, Bojonegoro, Jawa Timur.

“Hari ini BPOM mengadakan sosialisasi tentang  kosmetik-kosmetik yang berbahaya. Tujuannya agar masyarakat tahu  jenis kosmetik yang baik dan aman,” terang politisi PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut, Abidin mengatakan,  selain sosialisasi dirinya juga terus melakukan pengawasan langsung terhadap kinerja BPOM. “Ya harus, kita kan menjalankan tugas pengawasan. Kita mengawasi kinerja BPOM,” tambahnya.

Abidin menerangkan, masyarakat harus mengetahui sejumlah zat berbahaya yang terkandung dalam kosmetik illegal seperti Merkuri, Hidrokinon, bahan Pewarna dan Timbal. Zat-zat tersebut lanjut Abidin, dapat membawa dampak negatif  bagi kesehatan seperti alergi, kanker hingga komplikasi bagi ibu hamil.

“Karena itulah masyarakat harus cerdas dalam memilih kosmetik, sehingga terhindar dari zat-zat bahaya tersebut,” pungkas Abidin. (Ney/Red)




© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .