Bekas Potongan Kayu Jadi Rupiah

Suara Bojonegoro     Sabtu, Agustus 13, 2016    









Reporter: Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com - Siang itu memang matahari malu menampakan sinarnya, awak suarabojonegoro.com mencoba menelusuri Jalan Poros Umum Kecamatan (PUK) turut Desa Klepek Kecamatan Sukosewu. Tepat dari disebuah bendungan Klepek (Dam Klepek-Red) ambil arah Pasar tradisional Desa Klepek ada sebuah tempat kecil dengan kebisingan mesin beebasis listrik.

Peralatan pembuat mebel tersebut milik pak Anam (50) asal Desa setempat, Ia dibantu 4 karyawanya setiap hari memproduksi berbagai jenis mebel sepeti meja, kursi, almari, sovenir dari kayu.

Anam sapaan akrabnya mengatakan, selain mebel-mebel tersebut Ia juga sering mendapat pesanan rumah burung hantu (Rubuha). Biasanya pesanan rubuha tersebut ia buat mengunakan potongan-potongan kayu bekas dari pembuatan mebel.

"Kalau bahanya dari bekas potongan kayu, blabak itu mas, kalau gak gitu harganya bisa mahal, katanya saat ditemui di tempat kerjanya.

Ia menjelaskan, awalnya ia hanya mencoba-coba membuat rubuha begitu saja dengan keprihatinanya melihat banyaknya ptongan kayu kecil bekas yang berserakan.

"Awalnya saya hanya iseng kok, setelah mungkin informasi yang diterima dari petani mulut ke mulut ternyata banyak yang pesan disaya," ungkapnya.

Ditambahi olehnya, biasanya pesanan dari kelompok tani dan petani pribadi." Ada yang pesan 30 sampai 50 per kelompok tani," kata Anam.(Wan/Red).


Foto: ilustrasi ideonlain.co.id

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .