DPR RI, Cukai Rokok Naik Bisa Menyengsarakan Petani

Suara Bojonegoro     Kamis, Agustus 25, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Kebijakan kenaikan cukai rokok dianggap malah merugikan petani tembakau di Indonesia, hal tersebut disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dapil Bojonegoro - Tuban Wihadi Wiyanto saat meninjau langsung lahan tembakau yang berada di Desa Kedungadem Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis 25/08/2016

"Selain berdampak pada petani juga berdampak pada pemasukan negara dari bagi hasil cukai tembakau," katanya.

Menurut Wihadi dengan dinaikannya cukai rokok maka imbas yang paling terasa adalah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) antara perusahaan rokok dengan karyawan rokok. Selain itu, imbas juga akan dirasakan oleh petani yang hasil tanaman tembakaunya tidak dibeli oleh perusahaan rokok karena banyak perusahaan rokok yang gulung tikar dan mengurangi pemasukan kepada negara.

"Selain itu juga akan banyak pemalsuan cukai rokok," tandas pria yang duduk di komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra ini.

Seperti yang diketahui, Pemerintah saat ini sedang mengkaji kenaikan harga rokok untuk menambah pemasukan negara karena pada RAPBN 2017 pemerintah mentarget menerima pemauskan cukai rokok sebesar Rp 149 triliun. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .