Flaring Blok Cepu Tidak Ada Dalam Amdal Dan PoD

Suara Bojonegoro     Selasa, Agustus 09, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Proses pembakaran gas suar (flaring) di proyek minyak dan gas bumi (migas) di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu ternyata tidak masuk dalam kajian Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) dan Plant of Development (PoD) Blok Cepu. Selasa 09/08/2016

Hal tersebut disampaikan wakil ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Anam Warsito saat Komisi A DPRD Bojonegoro melakukan kunjungan lapangan di Banyu Urip Blok Cepu ditemui oleh Exxonmobil Cepu Limited (EMCL) selaku operator.

"Saat kami membuka kajian Amdal dan PoD Blok Cepu tidak kegiatan flaring namun injeksi ke tanah sehingga tidak dibakar," kata Anam.

Sementara itu, pihak operator Lapangan Banyu Urip Blok Cepu yang ditemui Paul Kent Asset Manager EMCL, Rexy Mawardijaya juru bicara EMCL, Dave A Seta External Public and Goverment Affair EMCL, Gunawan Deputy Ssset Manager dan Teguh selaku Operation Superintendent menyampaikan jika flare harus dilakukan oleh operator karena gas H2S yang terkandung dalam minyak Banyu Urip Blok Cepu sangat tinggi yaitu sekitar 1,5 % sehingga untuk menjaga keamanan dan keselamatan api harus tetap terjaga.

Sementara itu, menanggapi tidak adanya kegiatan flaring dalam Amdal pihaknya mengatakan jika sampai saat ini sudah ada empat kali perubahan adendum Amdal. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .