Hasil Mediasi Soal Masjid, Warga LDII Akan Mencabut Gugatan Di PTUN

Suara Bojonegoro     Jumat, Agustus 05, 2016    

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com - Setelah dilakukannya mediasi antara Mat Kasian selaku warga LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang berada di Desa Sugihwaras Kecamatan Kepohbaru dan warga desa setempat yang dihadiri langsung Kapolres Bojonegoro, Camat Kepohbaru, Kapolsek Kepohbaru dan perwakilan MUI Bojonegoro akhirnya menemui beberapa kesepakatan. Jumat (05/08/2016).

"Setelah mediasi ada beberapa kesepakatan," kata Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro.

Kesepakatan itu yaitu Mat Kasian bersedia mencabut gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya dan membuat surat pernyataan bahwa mushola/Masjid miliknya tidak digunakan untuk giat sholat jumat dan sholat Ied karena di Desa setempat sudah ada masjid yang biasa digunakan warga sekitar.

"Untuk sholat lima waktu dan pengajian tetap diperbolehkan di mushola milik sendiri," tambahnya.

Sebelumnya, karena warga melakukan pelarangan tersebut yang difasilitasi oleh Kepala Desa setempat akhirnya pihak Mat Kasian tidak terima dan melakukan gugatan di PTUN Surabaya sampai akhirnya kepala desa mendapat surat panggilan dari PTUN Surabaya. Hal tersebut memicu masyarakat mengepung Masjid/mushola milik Mat Kasian.

Data yang dihimpun suarabojonegoro.com di Desa Sugihwaras Kecamatan Kepohbaru terdapat 11 KK yang tergabung dalam LDII. (Ney/Red)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .