Lima Fraksi DPRD Tolak Pengalihan Jalur Bus Untuk Kepentingan Sepihak

Suara Bojonegoro     Senin, Agustus 01, 2016    

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com - Adanya kabar pengalihan Jalur Bus, dari terminal Rajekwesi Bojonegoro yang diduga untuk kepentingan sebuah usaha pribadi masyarakat, mendapatkan penolakan dari Lima Fraksi di DPRD Bojonegoro.

Lima Fraksi di DPRD Bojonegoro ini, menolak adanya pengalihan Jalur Bus dari Terminal Rajekwesi Bojonegoro menuju arah Surabaya harus melalui Jalur Jalan Veteran ke arah Utara, kemudian melewati Jalan Pemuda, dan Jalan Basuki Rahmat lalu melintas di Jalan Ahmad Yani Bojonegoro, Pasalnya akan menganggu Kendaraan dan lalu lintas, dan kepentingan Publik Secara Luas, Senin (1/8/16).

Ketua Fraksi PPP di DPRD Bojonegoro Choirul Anam mengatakan bahwa Pihaknya sangat menyayangkan jika ada perubahan Jalur Bus, apalagi ini alasan untuk kepentingan bisnis salah satu Pengusaha, "Kalau Seperti itu Rakyat yang akan jadi Korban," Kata Choirul Anam.

Sementara Dari Fraksi Golkar Suslilowati, juga mengatakan hal yang sama, kepentingan rakyat harus dinomorsatukan, jadi jika perubahan jalur ini jika ada kepentingan sepihak, maka Fraksi Golkar tetap menolak dan harus dilakukan kajian ulang, "Jangan Hanya untuk kepentingan pengusaha sehingga mengorbankan kepentingan masyarakat," Jelas Susilowati.

Kemudian Fraksi Nasdem Nurani Rakyat melalui ketuanya Ali Mustofa,  Sepakat Kalau ada pihak Swasta yang mengembangkan Investasi di Bojonegoro namun dengan perijinan yang legal dan Jalan Untuk Fasilitas Umum untuk Rakyat, "Jangan Mengorbankan kepentingan untuk pengusaha, sementara Rakyat mengalami kesulitan," Tegasnya.

Sementara itu Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan juga mengatakan hal yang sama, bahwa pengalihan yang dilakukan Dishub untuk jalur Bus justru akan menjadikan persoalan baru, karena jalur Jalan Pemuda adalah jalur padat, sehingga justru akan tambah bermasalah jika bus dilewatkan jalur tersebut.

"Harusnya Pengusaha yang mempunyai usaha di Jalan Veteran membuat jalur sendiri, tidak justru membuat fasilitas umum yang seharusnya untuk kepentingan Rakyat," Tandas Lasmiran.


Juru Bicara Fraksi PKB Juga menyayangkan adanya perubahan jalur yang tampak ada kepentingan pengusaha, bukan kepentingan masyarakat, "Kami tetap menolak perubahan jalur bus karena kepentingan," Tegas Sutikno. (Ang*)

© 2014 Suara Bojonegoro. Designed by Suara Bojonegoro. .